logo rilis
Din Syamsuddin Tegaskan KAMI Siap Berdebat dengan Siapa Saja
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
15 Agustus 2020, 21:09 WIB
Din Syamsuddin Tegaskan KAMI Siap Berdebat dengan Siapa Saja
Din Syamsuddin. FOTO: Antara

RILIS.ID, Jakarta— Inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin, menegaskan kesiapannya untuk berdiskusi dan berdebat dengan siapapun. Asalkan, kata Din, diskusi itu berbasiskan data, bukan sinisme.

"Bila perlu berdiskusi, berdebat, kami siapkan (data). Karena kami yakin dengan apa yang kami nyatakan itu berbasis ilmu pengetahuan," kata Din, saat konferensi pers secara daring, Sabtu (15/8/2020). 

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menjelaskan, KAMI adalah gerakan moral masyarakat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen bangsa. Adapun tujuannya, kata dia, tidak lain adalah untuk terwujudnya keadilan masyarakat Indonesia.

Sebagai gerakan moral, lanjut Din, KAMI juga berdimensi politik, tetapi bukan politik praktis.

"Kalaupun kami bergerak ke dimensi poltik, adalah politik moral. Ini lebih tinggi dari politik praktis. Dan ini dijamin oleh UU untuk berserikat, untuk melakukan 'social control'," jelasnya.

Ia menyebutkan, setidaknya 150 tokoh yang telah bergabung dengan KAMI yang akan dideklarasikan pada Selasa, 18 Agustus 2020, pukul 10.00 WIB di Tugu Proklamasi, Pegangsaan Timur, Jakarta.

"Peringatan deklarasi tersebut juga akan dilaksanakan bersamaan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia ke-75, sekaligus bagi kami peringatan ditetapkan Pancasila sebagai dasar negara," katanya.

Di antara 150 tokoh itu, yakni Rachmawati Soekarnoputri, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, mantan Menteri Kehutanan MS Ka'ban, dan Ketua Umum FPI Sobri Lubis.

Dalam deklarasi itu, Din juga mengatakan akan disampaikan maklumat yang diberi nama "Maklumat Menyelamatkan Indonesia" yang telah disusun komite kerja, disepakati, dan telah final yang akan diumumkan saat deklarasi.

Maklumat itu, kata Din, secara umum memuat keprihatinan KAMI terhadap kehidupan kebangsaan akhir-akhir ini, khususnya dalam bidang ekonomi, politik, hukum, dan hak asasi manusia (HAM).


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID