logo rilis
Dilepaskan Polisi, Charles Lubis: Kenapa Ini Diberlakukan ke Gerindra?
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
16 April 2019, 21:30 WIB
Dilepaskan Polisi, Charles Lubis: Kenapa Ini Diberlakukan ke Gerindra?
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Polres Jakarta Utara akhirnya melepaskan staf Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik, Charles Lubis, lantaran tidak terbukti melakukan politik uang atau serangan fajar.

Usai dilepaskan, Charles pun mempertanyakan sikap kepolisian yang cukup bersemangat menangkap uang saksi dari capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Gerindra. 

"Ketika itu dilakukan, kenapa ini diberlakukan kepada kami (Gerindra) saja? Tindakan-tindakan yang seperti ini. Sekarang kami hanya menceritakan saja, biarkan publik yang merespons. Biar publik yang menilai atas kejadian ini," kata Charles di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Charles menilai, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh kepolisian terhadapnya memang tidak lazim lantaran bukan money politics atau politik uang. Menurutnya, dana itu diberikan kepada koordinator wilayah untuk saksi yang mengawal suara pasangan Prabowo-Sandi di Jakarta.

"Dalam pelaksanaan pemilu itu, ada pola yang sama. Yakni, sama-sama memiliki anggaran untuk saksi, yang didistribusikan ke bawah secara resmi dari partai yang diatur UU Pemilu. Baik itu untuk pasangan 01 maupun 02, kan pola operasinya sama, sebelum coblosan berikan uang ke saksi melalui korwil untuk mengawal suara. Perlu ada saksi ini, saksi itu kan, dan itu dilakukan sama," jelasnya. 

Dia mengaku, sempat diperiksa dan sudah diperbolehkan pulang pada sore tadi sekira pukul 17.00 WIB dari Polres Jakarta Utara.

"Bahwa hari ini syukur alhamdulillah polisi objektif. Kami dilepaskan. Sehingga kami melihat bahwa ini adalah sebuah opini yang ingin dibangun menjelekkan partai kami," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Advokasi DPD Gerindra DKI Jakarta, Yupen Hadi, mengatakan, tindakan kepolisian telah melebihi kewenangan saat menangkap kader Charles Lubis yang akan memeberikan anggaran saksi. Mestinya, lanjut dia, kasus ini ditangani terlebih dahulu oleh Bawaslu.

Dia mengungkapkan, kasus itu merupakan wewenang penegakan hukum yang menjadi domain wasit pemilu dan sentra Gakumdu. Kemudian, dalam pemilu juga tidak ada istilah OTT. 

"Kami merasa dirugikan dengan tindakan polisi. Ini dugaan saya hanya ingin menjatuhkan suara pasangan Prabowo-Sandi dan Partai Gerindra. Namun, kami apresiasi kinerja polisi yang telah membebaskan kader kami Charles Lubis. Sekali pun uang saksi masih dalam penyitaan. Kami tak mengerti ada wewenang apa polisi menyita uang saksi," tandasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID