logo rilis
Dilempari Kotoran Manusia, SD Ini Pasang Sepanduk Dengan Pesan Unik
Kontributor

24 Februari 2018, 15:29 WIB
Dilempari Kotoran Manusia, SD Ini Pasang Sepanduk Dengan Pesan Unik

Sebuah spanduk dengan tulisan pesan unik tertampang di SDN 2 Kubu,Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. 

Tertulis spanduk itu" Info untuk siswa dan wali murid, orang yang anaknya tidak mau ditegur/dididik oleh guru SDN 2 Kubu, 1. Silakan didik sendiri, 2 Buat kelas sendiri, 3. Buat aturan sendiri, 4. Buat sekolah sendiri, 5. Buat raport dan ijazah sendiri".

Foto spanduk itu segera menjadi percakapan hangat di grup WhatsApp. Kepala Sekolah  dasar SDN 2 Kubu, Ahmad Isnaini, mengatakan, pemasangan itu sudah berlangsung sekitar satu bulan lalu. 

''Sebulan yang lalu. Saya heran juga kenapa akhir-akhir ini diributkan," kata Isnaini melalui sambungan telepon, Kamis (22/2/2018) malam. 

Isnaini mengatakan, munculnya spanduk itu karena para guru kesal, sekolah mereka dilempari kotoran manusia. Namun, pemasangan spanduk itu katanya hanya sebentar. 

"Waktu itu di sekolah kami ada masalah, dilempari orang pakai kotoran manusia. Jadi guru-guru meminta bikinkan spanduk. Ya, saya bikinkan. Dipasang, tapi enggak lama. Paling sepuluh menit, enggak sampai sejamlah," ujar Isnaini.
 
Ia menambahkan, kotoran itu terdapat di dua ruang kelas. Diduga, kotoran itu dilempar melalui lubang ventilasi di atas jendela.

Isnaini pun mengaku hingga hari ini tidak mengetahui motif pelemparan kotoran manusia itu. 

"Enggak ada masalah atau bagaimana. Apakah orang mabuk. Sampai sekarang saya enggak tahu," ucapnya. 

Kasumayadi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Kecamatan Kumai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotawaringin Barat, menjelaskan, spanduk itu dipasang pada 8 Februari 2018 lalu. 

"Dipasang sekitar 10 menitan. Pas aku buka di Facebook, aku suruh lepas, dan hapus di akun Facebook-nya," kata Kasumayadi. 

Ia mengatakan, pihaknya juga sudah memanggil kepala sekolah  SDN 2 Kubu untuk menjelaskan persoalan spanduk itu. 

"Sudah kupanggil, BAP-nya sudah kukasihkan kepada kepala dinas. Kami peringatkan saja supaya jangan lagi seperti itu," ujarnya.

Ia juga mengaku tidak tahu motif pelemparan kotoran manusia hingga menyebabkan pihak sekolah memasang spanduk itu.

"Mungkin ada yang sakit hati dimarahi guru. Tapi yang mencuat, sampai ada pemukulan segala, itu tidak ada," kata dia.

Sementara Kepala Desa Kubu Jarmani pun mengaku langsung mendatangi SDN 2 Kubu setelah heboh masalah foto spanduk itu di medsos. Tapi, ia memperoleh keterangan dari pihak sekolah bahwa foto itu hoaks saja. 

Terkait kotoran manusia itu, menurutnya, ia dan warga sudah membersihkannya.
 
"Sudah sama-sama dengan warga kita membersikan-nya. Bukan guru-guru yang membersihkan. Kami dan wali murid. Memang mereka sempat mogok mengajar, satu hari. Kenapa bikin spanduk lagi?" tanyanya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID