logo rilis
Diikuti 38 Negara, MNEX Komodo di Lombok Akan Hadirkan Puluhan Kapal Perang 
Kontributor

08 Februari 2018, 20:35 WIB
Diikuti 38 Negara, MNEX Komodo di Lombok Akan Hadirkan Puluhan Kapal Perang 

Multilateral Naval Exercise (MNEX) Komodo 2018 dipastikan diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 4-9 Mei 2018 mendatang, diikuti puluhan kapal perang dan pasukan angkatan laut dari 38 negara.

Jajaran TNI AL bersama Pemprov NTB, Kamis (8/2) melakukan penandatanganan MoU di Kantor Gubernur NTB. Selain Pemprov NTB, MoU juga ditandatangani pihak Pemda Kota Mataram, Pemda Lombok Barat, Pemda Lombok Tengah, Pemda Lombok Utara, Provinsi NTB, serta perwakilan Pemda Klungkung Provinsi Bali. 

Hadir dalam penandatanganan, Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangko Armatim), Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, dan sejumlah perwakilan Pemda.

Panglima Armatim TNI AL, Laksamana Muda TNI Didik Setiyono mengatakan, MNEX Komodo 2018 akan diikuti jajaran angkatan laut dari 38 negara sahabat. Masing-masing negara membawa Kapal Perang beserta pasukan angkatan laut, dengan lokasi sandar Kapal dipusatkan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

"Sebanyak 38 negara sahabat sudah memastikan diri hadir dalam even dua tahunan ini. Mereka akan datang dengan membawa ratusan personel angkatan lautnya dan juga kapal perang masing-masing," kata Didik.

Dijelaskan, MNEX merupakan kegiatan latihan angkatan laut persahabatan yang rutin dilakukan dua tahun sekali. MNEX Komodo 2018 ini merupakan kegiatan ketiga kali setelah yang pertama digelar di Batam dan Kepulauan Anambas, Natuna pada 2014, kemudian kedua di Padang dan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat tahun 2016.

MNEX Komodo 2018 akan mengusung tema “Cooperation to Respond Disaster and Humanitarian Issues” (Kerja Sama untuk Menanggapi Bencana dan Permasalahan Kemanusiaan). 

Hal ini dilatarbelakangi oleh letak geologis Indonesia yang sangat rawan bencana karena terletak pada cincin api (ring of fire) yang berpotensi terjadi bencana gempa bumi, gunung meletus, tsunami, dan tanah longsor. 

"Sedangkan ditinjau dari letak geografis, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kerawanan terhadap tindak kriminal dan ilegal melalui laut," katanya.

Didik memaparkan, kegiatan MNEX Komodo 2018 pada 4 sampai 9 Mei mendatang akan diisi dengan berbagai kegiatan, yaitu Ice Breaking, Naval Exercise, upacara pembukaan, Admiral Inspection, pelayaran kebangsaan, pameran maritim, kirab Kota, Mataram Komodo Fun Run dan Fun Bike, culinary program, culture performance, city tour, spouse program, kemah pesisir, marine vilage, Medcap (Medical Civic Activity Program), Encap (Engineering Civic Activity Program), transplantasi terumbu karang, serta penandatanganan dan penenggelaman prasasti MNEX.

Kegiatan-kegiatan itu dilakukan di wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara di Provinsi NTB, serta di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. 

"Kegiatan Medcap akan berlangsung di Lombok Utara dan Nusa Penida, Bali meliputi pengobatan umum, bedah minor, dan penyuluhan kesehatan, sedangkan kegiatan Encap terbagi di dua tempat yaitu bedah rumah di Nusa Penida dan pengerasan jalan di Lombok Utara," katanya.

TNI AL sendiri akan memamerkan dua Kapal Perang terbaru yakni KRI I Gusti Ngurah Rai dan KRI RE Martadinata. Didik berharap kegiatan MNEX Komodo 2018 di NTB bisa turut mempromosikan potensi dan destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa, NTB.

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengapresiasi dipilihnya perairan Lombok, Nusa Tengara Barat (NTB) sebagai lokasi kegiatan MNEX Komodo 2018 

"Ini merupakan kebahagiaan kita bersama, karena kami melihat acara ini sesuai dengan program Pemerintah Provinsi NTB dalam rangka memantapkan orientasi pembangunan maritim NTB ke depan. Selain itu ini juga sangat positif untuk mempromosikan pariwisata NTB," kata Amin.

Wagub Amin berharap, kedatangan para pelaut dari negara-negara sahabat ke Lombok dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kunjungan pariwisata dan meningkatkan investasi di NTB. 

"Acara yang melibatkan 38 negara sahabat ini otomatis akan menghadirkan ribuan orang dari berbagai belahan dunia. Ini tentunya akan  memberikan kontribusi dalam peningkatan industri pariwisata NTB yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kreatif kita, menumbuhkan lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan investasi," katanya.
 


500
komentar (0)