logo rilis
Diguyur Hujan Deras, Masyarakat Sidoardjo Tetap Antusias Nobar Debat Cawapres 2019
Kontributor
Elvi R
17 Maret 2019, 21:02 WIB
Diguyur Hujan Deras, Masyarakat Sidoardjo Tetap Antusias Nobar Debat Cawapres 2019
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Sidoardjo— Hujan deras yang mengguyur wilayah Sidoarjo sejak Minggu sore hingga malam hari mewarnai acara nonton bareng debat calon wakil presiden Republik Indonesia yang berlangsung di Posko Pemenangan Bambang Haryo, di Jalan Diponegoro, Sidoarjo, Jawa Timur.

Anggota DPR RI Bambang Haryo Sukartono yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan itu mengatakan selama ini pasangan 02 banyak mengalah, tetapi seandainya tidak mengalah tentu bisa menang.

"Jika sebelumnya yang dibicarakan tentang infrastruktur, pada kabinet ini menggunakan anggaran Rp430 triliun, tetapi kenapa sekarang banyak kontraktor yang mati," katanya.

Ia menyatakan, jika satu kontraktor itu ada sekitar 100 karyawan tentunya ada jutaan karyawan yang kehilangan pekerjaan.

"Termasuk juga, ada sekitar 1.400 perusahaan pelayaran yang ditutup karena tidak beroperasi. Jika satu perusahaan pelayaran seperti PT Dharma Lautan Utama memiliki sekitar 2.700 karyawan tentunya banyak pengangguran," katanya pula.

Ia melihat, banyak yang dikorbankan untuk tenaga kerja itu, dan mereka akhirnya ikut menjadi pengemudi ojek dalam jaringan, yang sebenarnya itu keterpaksaan. "Karena setiap menit harus menghadapi risiko keselamatan kesehatan, belum lagi dicopet, diambil telepon, dirampok disikat motornya," katanya pula.

Jika mengalami kecelakaan motor, kata dia, maka orangnya tidak produktif dan tidak bisa menghidupi anaknya istri mereka.

"Indonesia itu, merupakan poros maritim dunia, dimana banyak kapal yang melintas dengan membawa sekitar 120 juta peti kemas. Ini yang harus ditangkap peluangnya," katanya.

Dalam debat kali ini, diikuti cawapres nomor urut 01 KH Maruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dengan tema debat pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan.

Dalam rekam jejaknya, Ma'ruf Amin, lahir di Kresek, 11 Maret 1943 dan memulai karier sebagai guru di Jakarta Utara, kemudian menjadi dosen, selanjutnya mengelola institusi pendidikan melalui Yayasan Lembaga Pendidikan dan Yayasan Al-Jihad.

Sedangkan, Sandiaga Salahuddin Uno, lahir 28 Juni 1969, memulai karier sebagai pengusaha muda yang berhasil, dan masuk dalam daftar salah satu orang terkaya di Indonesia, versi Forbes serta Global Asia.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID