Home » Peristiwa » Dunia

Diembargo Baghdad, Separatis Kurdi Minta Berunding

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

Wilayah Kurdi di Irak. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Baghdad Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) menawarkan perundingan dengan Pemerintah Irak terkait pembekuan bandara di Kurdi, pos perbatasan dan menghentikan pengiriman mata uang dolar ke sejumlah bank setelah referendum kemerdekaan. Baghdad mengambil tindakan tersebut dalam upaya mengucilkan KRG setelah referendum pada bulan lalu.

"Untuk menghindari hukuman ini, kami mengundang (Perdana Menteri Irak) Haider al-Abadi, sekali lagi, bahwa kami siap untuk apa pun keputusan dari pembicaraan dan perundingan yang sesuai dengan hukum Irak," kata KRG dalam pernyataannya seperti dikutip Antara, Kamis (12/10/2017).

Pernyataan tersebut menawarkan perundingan terkait penyeberangan, perdagangan kawasan, pemberian pelayanan kepada warga, bank dan bandar udara.

Isi pernyataan itu menandai perubahan taktik pihak berwenang Kurdi, yang pada Rabu menuduh pasukan Irak dan paramiliter dukungan Iran mempersiapkan sebuah serangan besar di wilayah Kirkuk dan dekat Mosul di Irak utara.

Juru bicara militer Irak membantah rencana serangan apapun terhadap pasukan Kurdi, dengan mengatakan bahwa pasukan pemerintah sedang bersiap untuk mengusir kelompok pemberontak Islamic State (IS) dari daerah dekat perbatasan Suriah.

Dewan Yudisial Irak mengeluarkan surat perintah penangkapan pada Rabu kepada ketua komisi referendum Kurdi dan dua orang ajudannya atas pelanggaran putusan pengadilan (Irak) yang sah, yang melarang penyelenggaraan pemungutan suara kemerdekaan karena bertentangan dengan undang-undang.

Negara tetangga Irak, Iran dan Turki, menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap referendum itu. Mereka mengkhawatirkan referendum kemerdekaan Kurdi di Irak memicu semangat memberontak bagi masyarakat Kurdi di wilayah mereka.

Penulis Yayat R Cipasang

Tags:

irakkurdiembargoreferendum