logo rilis
Didukung Infrastruktur dan Inovasi, Merauke Bisa Panen kali Tiga
Kontributor
Elvi R
18 Desember 2018, 10:45 WIB
Didukung Infrastruktur dan Inovasi, Merauke Bisa Panen  kali Tiga
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Merauke— Pada Penghujung 2018, Dinas Pertanian Merauke melaksakan panen padi bersama (17/12/1018) di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua. Panen ini merupakan bagian kegiatan pengembangan padi organik, Lumbung Pangan Berorienatsi Ekspor Wilayah Perbatasan (LPBE-WP). Untuk mendukung program tersebut, tahun ini Kementerian Pertanian mengalokasikan kegiatan pengembangan padi organik untuk Merauke seluas 800 hektare yang disebar delapan distrik yaitu Merauke, Naukenjerai, Semangga, Tanah Miring, Kurik, Malind, Waan, dan Sota.

Secara simbolis Bupati Merauke (Frederikus Gebze) didampingi oleh Penanggung Jawab UPSUS Pajale Papua/Kepala BPTP Balitbangtan Papua Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Sc, Kepala Dinas Pertanian Merauke Edi Santoso, B.Sc, Kepala Bulog Sub Divisi Regional Merauke Ir. Yudi Wijaya, dan Kepala Stasiun Klimatologi Tanaha Miring Sulaiman, S.Si melakukan panen padi varietas Inpari 32 HDB di lahan kelompok tani Tabur Tuai. Sehari sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan ubinan di lahan tersebut diperoleh hasil 8,04 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP).

Dalam sambutannya, Frederikus Gebze menyampaikan, panen hari ini membuktikan bahwa Merauke mampu tanam-panen hingga tiga kali setahun pada lahan tadah hujan, menepis keraguan akan potensi besar Merauke. Tidak ada alasan tidak menanam padi pada musim kemarau, jangan biarkan sejengkal tanah diterlantarkan tanpa tanaman. Dengan dukungan infrastruktur pengairan dan mesin olah tanah-panen yang optimal, indeks pertanaman wilayah lain dapat ditingkatkan.

Saat ini luas baku lahan sawah di Merauke tercatat 34.357 hektare, dengan luas tanam padi setahun (2018) mencapai 56 ribu hektare. Dengan pendekatan perbaikan infrastruktur pengairan dan dukungan alat-mesin (alsin), maka indeks pertanaman dapat meningkat serta luas tanam padi setahun dapat naik 70 ribu-100 ribu hektare. Peningkatan luas tanam ini akan berkorelasi dengan produksi beras per tahun, surplus untuk kebutuhan lokal sehingga dibutuhkan pasar untuk beras Merauke. Papua New Guenia (PNG) yang wilayahnya berbatasan darat dengan Merauke merupakan potensi besar untuk perdagangan beras Merauke. Jarak antar kedua wilayah yang berdekatan menyebabkan efisiensi dalam pemasaran beras dan hasil pertanian lainnya.

Membangun Merauke, membangun Indonesia dari pinggiran, penguatan serambi ujung timur Indonesia melalui sektor pertanian. Kemajuan pangan di daerah ini menjadi penopang ketahanan pangan dari wilayah timur.

Sumber: Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID