logo rilis
KPK Dalami Peran Istri Bupati Bandung Barat
Kontributor
Tari Oktaviani
12 April 2018, 10:26 WIB
KPK Dalami Peran Istri Bupati Bandung Barat
Bupati Bandung Barat Digelandang ke KPK. FOTO: RILSI.ID/Indra Kusuama

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami peran sang Istri Bupati Bandung Barat Abu Bakar yang akan maju dalam Pilkada 2018. Ini lantaran Abu Bakar diduga meminta uang kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk kepentingan kampanye sang istri, Elin Suharliah yang maju sebagai calon Bupati Bandung Barat tahun ini.

Untuk itu tak tanggung-tanggung, nantinya KPK juga akan memeriksa istrinya guna mendalami perannya seperti apa.

"Lagi-lagi itu masih analisis ya kita harus hati-hati. Kemudian soal istrinya kami belum mengkonfirmasi yang bersangkutan. Ya nanti kita dalami saja," kata Saut, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Meski begitu Saut meyakini sang Istri mengetahui asal uang tersebut. Sebab layaknya suami istri pasti ada komunikasi di antara keduanya secara intensif.

"Suami istri pasti ngomonglah. Tapi nanti kita tunggu," ungkapnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bandung Barat, Abu Bakar sebagai tersangka suap. Tak hanya Abu Bakar, status tersangka juga disematkan KPK terhadap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bandung Barat, Asep Hikayat; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wetti Lembanawati; dan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Adiyoto.

KPK menduga, Abu Bakar telah meminta uang kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk kepentingan kampanye sang istri, Elin Suharliah yang maju sebagai calon Bupati Bandung Barat periode 2018-2023. 

"Hingga April, Bupati terus menagih permintaan uang ini salah satunya untuk membayar lembaga survei," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4). 

Abu Bakar kemudian memerintahkan Wetti dan Adiyoto untuk menagih kepada jajaran SKPD dan mengumpulkan uang sesuai yang dijanjikan. Sejauh ini, KPK baru menyita Rp435 juta yang diduga merupakan suap kepada Abu Bakar. 

"Dalam tangkap tangan yang digelar, KPK mengumpulkan barang bukti sebesar Rp435 juta," katanya.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Abu Bakar, Weti, dan Adiyoto yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Asep yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Editor: Elvi R


500
komentar (0)