logo rilis

Dibilang Turun ke Palu Pencitraan, Ini Jawaban Awkarin
Kontributor
Ning Triasih
23 Oktober 2018, 18:43 WIB
Dibilang Turun ke Palu Pencitraan, Ini Jawaban Awkarin
Karin Novilda atau Awkarin. FOTO: Instagram/@awkarin

RILIS.ID, Jakarta— Foto-foto selebgram Karin Novilda atau Awkarin saat jadi relawan di Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu sempat ramai di dunia maya.

Kepeduliannya terhadap para korban gempa dan tsunami di Palu mendapat cukup banyak acungan jempol dari warganet. Namun, tak sedikit pula yang menyebut jika aksinya itu merupakan pencitraan belaka. Apalagi, Awkarin baru saja memutuskan meninggalkan Instagram.

Setelah menghilang dari media sosial dan menjual akun Instagramnya @awkarin yang telah memiliki 3,7 juta pengikut tersebut, perempuan kelahiran Jakarta, 29 November 1997 ini akhirnya angkat suara. 

Awkarin kembali muncul lewat video berdurasi sekitar 44 menit berjudul "I Quit Instagram" yang diunggah melalui channel YouTube Karin Novilda pada Senin (22/10) kemarin.

Dalam video tersebut, selain bercerita panjang tentang kisah hidupnya hingga alasan meninggalkan Instagram yang telah membesarkan namanya, Awkarin juga menjawab tudingan warganet yang menyebut aksinya membatu korban bencana di Palu adalah pencitraan.

Awkarin mengungkapkan, aksinya jadi relawan di palu sebenarnya tak ingin diketahui publik. Awkarin pun membeberkan alasan mengapa ia tak ingin ada yang tahu jika dirinya terjun ke Palu. Salah satunya lantaran tak mau dibilang pencitraan.

"Anyways, kenapa aku gak mau ada yang tahu juga aku ke Palu, karena aku gak mau dibilang gara-gara kemarin aku sempat pergi dari Instagram terus nanti orang-orang nyambung-nyambungin kayak 'ini pencitraan nih pasti pengen dilihat baik' blablabla segala macem, bukan itu maksud aku juga," beber Awkarin dikutip rilis.id dari video tersebut.

Ia pun mengaku tak terlalu mempedulikan anggapan orang tentang dirinya. Namun, ia sangat menyayangkan oknum-oknum yang menyebarkan foto-foto dirinya selama di Palu, apalagi ia tengah berusaha menjadi orang normal.

Pasalnya, akibat tersebarnya foto-foto Awkarin di Palu, akhirnya banyak orang-orang khususnya penggemar yang mendatanginya ke posko pengungsian hanya sekadar minta foto bersama. Hal itu membuatnya merasa terganggu, apalagi ia tengah membantu para korban bencana.

Di akhir video, Awkarin menjelaskan alasannya mengapa ia turun langsung ke Palu. Yang jelas, ia tak menghiraukan omongan orang yang bilang pencitraan. Karena baginya, yang tahu jika niatnya tulus adalah dirinya dan Tuhan.

"Bilang gue pencitraan, gue turun ke Palu buat pencitraan atau buat image branding atau apapun itu, terserah. Saya benar-benar gak peduli sama apa yang kalian bakal omongin, apa yang bakal media omonginm aku bener-bener gak peduli. Tapi, yang tahu niatku, aku tulus dunia akhirat itu cuma aku dan Alla SWT.

Dan aku juga di sini, sebagai influencer yang punya power, aku ada beberapa hal mengapa aku langsung turun ke Palu yang mau aku sampaikan.

Pertama, aku adalah influencer yang punya power yang besar untuk membuat orang tergerak hatinya untuk ikut juga berdonasi dan juga membantu mereka yang membutuhkan, bukan hanya di Palu, bukan hanya di Donggala dan Sigi di mana pun mereka membutuhkan. Aku pengen mereka melihat kondisi di sana seperti apa. Aku pengen mereka ngerasain juga apa yang mereka rasain karena kalian gak mau tahu di sana seperti apa.

Yang kedua, aku juga merasa bertanggung jawab atas semua donasi yang kalian titipkan kepada kami, A Team Management, jadi aku sebagai perwakilan dari A Team Management dan karena kalian aku turun langsung ke sana untuk menyampaikan donasi kalian dan rasa peduli kalian ke anak-anak yang membutuhkan di sana dan juga para warga yang membutuhkan di Palu, Donggala dan Sigi.

Dan yang terakhir saya hanya ingin melancarkan niat saya sebagai orang yang baru, untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dan lebih peduli kepada mereka yang membutuhkan."

Di akhir video, Awkarin kemudian mengajak warganet untuk ikut ke journey hidup baru Awkarin lewat video berjudul "Untuk Palu, Donggala dan Sigi".




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID