logo rilis
Dibalik PDIP Dukung Gus Ipul-Puti, Ternyata Ada Kenangan Masa Lalu...
Kontributor
Budi Prasetyo
15 Januari 2018, 09:52 WIB
berita
Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno. FOTO:

RILIS.ID, Surabaya— Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Haryadi menilai, dukungan PDIP ke Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 akan solid. 

Pasalnya,  koalisi antara PDIP dan PKB sudah terbangun sejak lama.  

"Adalah momen Pilgub DKI 2017 yang menginspirasi dukungan PKB pada Gus Ipul sebagai Calon Gubernur Jatim. Yakni saat memfasilitasi pertemuan antara PKB dengan PDI Perjuangan. Rupanya pembicaraan tak semata perihal Pilgub DKI 2017, tapi juga Pilkada (khususnya Pilgub Jatim 2018) dan Pemilu serentak nasional 2019. Komitmen politik tak tertulis antara PKB dan PDI Perjuangan untuk mengusung Gus Ipul di Pilgub Jatim pun disepakati sejak itu," kata Haryadi di Surabaya, Minggu (14/1) kemarin.

Disamping itu, sang Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga punya kedekatan dengan Gus Ipul. Wakil Gubernur Jawa Timur itu dinilai berjasa dalam penetapan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila. 

"Seiring waktu, adalah proses Gus Ipul bersama Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siraj, menjadi inisiator yang berperan paling utama dalam meyakinkan pemerintahan Jokowi-JK untuk menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila. Serangkaian kegiatan seminar dan sekumpulan karya tulis di rancang oleh Gus Ipul hingga sampai pada kesimpulan bahwa hari lahir Pancasila adalah mengacu saat pertama kali istilah Pancasila dicetuskan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Proses inilah yang menyambung-batin kan kembali antara Gus Ipul dengan Bu Mega (Ketua Umum PDI Perjuangan)," tuturnya.

Di samping itu, lanjutnya, antara Gus Ipul dan Megawati punya hubungan emosional yang cukup kuat. Gus Ipul merupakan kader yang ditetapkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kepada Megawati. Hubungan emosional itu terbangun sejak lama. 

"Tak banyak yang tahu bahwa Gus Ipul adalah anak angkat Bu Mega yang dititipkan secara khusus oleh Gus Dur. Lebih tak banyak lagi yang tahu bahwa Bu Mega lah yang membiayai pernikahan Gus Ipul dengan Mbak Fatma. Jadi, hubungan Gus Ipul dengan Bu Mega sudah terangkai secara batin sejak 22 tahun lalu. Benar dahulu Gus Ipul pernah mendapat pengasuhan politik di PDI Perjuangan. Benar juga Gus Ipul pernah keluar dari PDI Perjuangan untuk menemani Gus Dur kala itu'," tuturnya. 

"Tapi saat Gus Ipul keluar dari PDI Perjuangan dahulu dilakukan secara gentle, yaitu lewat forum rapat internal partai. Ibarat pepatah, datang tampak muka dan pergi tampak punggung. Sikap Gus Ipul ini ternyata menjadi best practice, dan selalu di kenang positif oleh PDI Perjuangan," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, pasangan Gus Ipul-Puti diusung oleh PDIP, PKB, Gerindra dan PKS.  Pasangan itu akan berhadapan dengan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak yang diusung Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura, PPP,  PAN dan PKPI.

Tags
#PDIP
#Pilkada 2018
#Pilgub Jatim
#Gus Ipul
#Puti Guntur
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)