logo rilis

Di Hadapan Menhan se-ASEAN, Prabowo Bicara soal Laut Cina Selatan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
19 November 2019, 13:30 WIB
Di Hadapan Menhan se-ASEAN, Prabowo Bicara soal Laut Cina Selatan
Menhan Prabowo Subianto di pertemuan ADMM di Bangkok, Thailand. FOTO: Biro Humas Kemhan

RILIS.ID, Bangkok, Thailand— Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, menyampaikan pandangannya terkait ancaman, tantangan dan isu-isu yang berkembang di kawasan dalam pertemuan tahunan ASEAN Defence Ministers Meeting Plus ke-6 Tahun 2019 di Bangkok, Thailand, Senin(18/11/2019).

Menurut Prabowo, ancaman nontradisional dan tradisional masih menjadi hal yang mengkhawatirkan khususnya terkait dengan terorisme, pencurian sumber daya alam, penyelundupan senjata, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, wabah penyakit, perang siber dan intelijen.

“Perkembangan keamanan di kawasan juga diwarnai pasang surut kekuatan-kekuatan besar. Isu Luat China Selatan (LCS) dan Semenanjung Korea yang berimbas pada stabilitas keamanan di kawasan," kata Prabowo.

Dia mengungkapkan, Indonesia memberikan apresiasi atas perkembangan positif terkait dengan Laut Cina Selatan, khususnya kesepakatan untuk finalisasi Code of Conduct (CoC). Menurutnya, hal itu harus didorong bersama untuk dijaga stabilitasnya agar tidak mengganggu jalur komunikasi dan perdagangan.

Terkait perkembangan permasalahan Korea Utara juga menunjukkan perkembangan positif dengan membaiknya komunikasi dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat, serta penanganan Rakhine State di Myanmar yang lebih baik.

Prabowo menilai, semua hal itu memerlukan langkah diplomatis dan dukungan dunia internasional agar tercapai kestabilan kemanan di kawasan.

Indonesia, ungkap mantan Danjen Kopassus itu, berharap agar peran negara mitra wicara melalui kerja sama strategis dan multinational di kawasan Indo-Pasifik dapat mewujudkan kawasan yang stabil, aman dan damai dengan tetap mengedepankan sentralitas ASEAN.

Menurut Prabowo, beberapa kerja sama di tujuh area kerja sama ADMM Plus yang telah dilaksanakan telah memberikan manfaat yang sangat besar khususnya dalam meningkatkan interoperabilitas, berbagi kemampuan militer melalui latihan bersama.

“Kerja sama yang kokoh ini menjadi modal bersama dalam menghadapi segala bentuk ancaman di kawasan," ungkap dia.

Untuk diketahui, ADMM Plus merupakan forum pertemuan Menhan negara-negara ASEAN ditambah dari delapan negara mitra wicara, yakni Amerika Serikat, Australia, Cina, India, Jepang, Korea, Selandia Baru dan Rusia.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID