logo rilis
Di Hadapan Mahasiswa Se-Yogyakarta, Panglima TNI Soroti Ancaman Siber 
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
30 Agustus 2018, 10:55 WIB
Di Hadapan Mahasiswa Se-Yogyakarta, Panglima TNI Soroti Ancaman Siber 
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, di Yogyakarta. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Yogyakarta— Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menyoroti sejumlah ancaman yang muncul bukan dari negara (non-state), salah satunya ancaman siber.

Hal itu disampaikan Hadi saat memberikan kuliah umum di hadapan 1.500 mahasiswa se-Yogyakarta dan masyarakat Hindu dari seluruh Indonesia di Kongres ke-11 dan HUT ke-25 Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).

"Ancaman siber menjadi perhatian utama, mengingat lebih dari separuh penduduk dunia telah terhubung dengan internet," kata Marsekal Hadi di Yogyakarta, Kamis (29/8/2018). 

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu menilai, kemajuan teknologi memang membawa dampak positif, yakni mempercepat dan mempermudah arus informasi. 

Meski begitu, menurut dia, muncul sejumlah dampak negatif seperti meningkatnya penipuan, kejahatan siber, berita bohong alias hoaks dan ujaran kebencian. 

"Kemajuan teknologi juga memiliki beberapa paradoks yang perlu dicermati di antaranya adalah cyber threat, bio threat dan inequality threat," ujarnya. 

Hadi menjelaskan, berbagai macam bentuk ancaman bisa saja muncul dari dalam maupun luar negeri. Hal itu lantaran ancaman saat ini mulai bergeser ke bentuk non-state

"Berbagai macam bentuk ancaman di era sekarang berbeda dengan era sebelumnya, bentuk ancaman saat ini harus kita waspadai diantaranya berbentuk ancaman siber (cyber threats), ancaman biologis (bio threats) dan ancaman kesenjangan (inequality threats)," jelasnya.

Diketahui, TNI memiliki kewajiban untuk mengamankan wilayah  NKRI terhadap berbagai macam bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan (AGHT). 

Hal itu sesuai dengan Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI yang memiliki tugas pokok menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
 

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID