logo rilis

Di Era Revolusi Industri 4.0, Ini Pesan Menristekdikti untuk Kampus
Kontributor
Tio Pirnando
29 Maret 2018, 16:25 WIB
Di Era Revolusi Industri 4.0, Ini Pesan Menristekdikti untuk Kampus
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) menilai, era revolusi industri 4.0 yang disesaki dengah disrupsi dunia teknologi, menuntut civitas perguruan tinggi memodernisasi sistem pendidikan menggunakan digitalisasi.

Menurutnya, era disrupsi ini merupakan evolusi atau perubahan ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya. Fenomena ini berkembang pada perubahan pola dunia bisnis.

"Era ini akan menuntut kita untuk berubah atau punah, berinovasi atau tertinggal. Salah satu cara antisipasinya perguruan tinggi didorong untuk digitalisasi sistem pendidikan," kata Nasir, Kamis (29/3/2018).

Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menjelaskan, mengenai era disrupsi, World Economic Forum (WEF) telah menyebut revolusi industri 4.0 adalah revolusi berbasis Cyber Physical System yang secara garis besar merupakan gabungan tiga domain yaitu digital, fisik, dan biologi.

"Ini ditandai dengan munculnya fungsi-fungsi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam teknologi industri yang semakin pintar menyaingi manusia, eranya mobile supercomputing, intelligent robot, self-driving cars, neuro-technological brain enhancements, bahkan genetic editing (Manipulasi Gen)," paparnya.

Dia mengungkapkan, keunggulan suatu perguruan tinggi, tidak saja dinilai dari jumlah gedung, fasilitas atau jumlah dosen dan mahasiswa yang dimiliki. Namun, hal utama ialah kontribusinya dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

"Juga kontribusinya dalam menghasilkan dan mengaplikasikan iptek bagi masyarakat," pinta Nasir.

Lebih lanjut, dia menerangkan, saat ini kampus dituntut kesanggupannya dalam memproduksi SDM terdidik yang berkualitas, terampil, dinamis, dan menjadi learner (pelajar) yang mampu belajar, serta mengejar hal-hal baru.

"Bahkan menjadi garda terdepan dalam menghadapi perkembangan zaman. Kampus juga semakin dituntut untuk mempersiapkan para mahasiswanya akan pekerjaan yang belum ada," tukas dia.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)