logo rilis
Di Dekat Rumah Prabowo, Wartawan Kena Peras Preman
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
22 April 2018, 01:15 WIB
Di Dekat Rumah Prabowo, Wartawan Kena Peras Preman
ILUSTRASI: Okezone.

RILIS.ID, Bogor— Seorang wartawan dari media cetak nasional, CK Yudha, menjadi korban pemerasan di Kawasan Babakan Madang, Sentul, pada Sabtu (21/4/2018).

Pria yang kesehariannya bertugas pada pos peliputan politik ini, tengah menuju Cisarua Puncak, dari arah Jakarta.

"Saya biasanya lewat Jalan Raya Bogor terus menuju kota Bogor, Ciawi sampai Puncak," kata dia menceritakan kronlogisnya.

Tapi, kali ini berbeda. Ia mencoba lewat jalur alternatif sesuai petunjuk google maps. Jalurnya lewat Sentul, lalu ke Bojong Koneng.

"Nah, kira-kira di sini, perjalanannya sempat terhenti. Saya lupa persis tempatnya. Tapi, di situ ada dua jalan bercabang," kata dia.

Di sana, ia dihadang sejumlah pemuda. Mereka kemudian memberikan paduan jalan bahwa ke kiri arah rumah Prabowo Subianto, sedangkan di kanan tidak bisa dilalui.

"Sekelompok pemuda itu menawarkan saya jalan alternatif. Katanya lewat perumahan Bukit Pelangi. Akses itu, kata mereka tidak ada di google maps," jelas seorang pemuda meyakinkan.

Saat bertanya, berapa ongkos agar diantar ke jalur alternatif itu. Dijawab pemuda itu, terserah saja. "Lihat dulu jalannya," ujar pemuda itu.

CK Yudha pun menyetujuinya. Selama diperjalanan, ia berencana akan memberi uang Rp50 ribu. Jumlah tersebut, ia rasa sudah cukup besar.

Sekitar 10 menit, motor di depan yang mengantarnya tiba-tiba berhenti. Letaknya tak jauh pintu masuk sebuah komplek perumahan. Pikirnya, inilah Bukit Pelangi.

"Abang jalan lurus, mentok ambil kanan di bundaran," masih ungkap pemuda itu.

Masalahnya, ia diantar beramai-ramai. Sepenglihatannya, ada enam orang bersamanya, dengan tiga motor, masing-masing berboncengan.

"Mereka masih rekan-rekan pemuda yang mengantar saya," kata dia.

Di sinilah upaya pemerasan berlangsung. Pemuda itu menolak ketika diberikan uang Rp50 ribu. Bahkan, saat di-double menjadi Rp100 ribu, mereka masih menolak.

"Dia menyebut angka yang enggak masuk akal," ujar dia tanpa menyebut nominal pasti.

CK Yudha pun mengurungkan niat untuk melawan mereka. Di samping jumlahnya yang banyak, ada seorang dari mereka yang terlihat seperti membawa senjata tajam.

"Sedikit terlihat ada pemuda yang memegang pinggang, seperti bawa sajam," ungkapnya.

Mau tidak mau, dia pun membayarkan sejumlah uang seperti yang diminta kelompok pemuda ini. Namun, sekilas ia mengingat salah satu plat nomor polisi kendaraan mereka.

"Sekilas plat nomor motor matic pemuda yang menerima uang saya, F 2273 JF," jelasnya.

"Semoga Polsek Babakan Mandang bisa tindaklanjuti laporan ini. Malu lah, masa dekat rumah Prabowo Subianto yang katanya mau maju capres, tapi ada pemuda pengangguran tukang peras," tambah pemuda ini.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)