Home » Bisnis

Di Brusel, Indonesia Sampaikan Keberatannya soal Resolusi Sawit

print this page Selasa, 21/11/2017 | 04:55

Rapat antara delegasi Indonesia dengan Committee on Agriculture and Rural Development Parlemen Eropa soal Resolusi Sawit di Brusel, Belgia, Senin (20/11/2017) waktu setempat. FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Brusel— Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo, mempertanyakan Resolusi Kelapa Sawit Parlemen Eropa. Sebab, sawit berperan penting bagi Indonesia. Apalagi, banyak petani kecil yang membudidayakannya.

"Sekitar 41 persen perkebunan sawit dimiliki oleh petani kecil. Sehingga, kalau resolusi tersebut diterapkan, akan mengganggu," ujarnya saat rapat dengan Committee on Agriculture and Rural Development Parlemen Eropa di Brusel, Belgia, Senin (20/11/2017) waktu setempat.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra ini mengingatkan, Indonesia merupakan salah satu pendukung pembangunan berkelanjutan. Buktinya, meratifikasi Paris Agreement. "Indonesia juga telah menerapkan pembangunan perkebunan kelapa sawit melalui Indonesia sustainable palm oil (ISPO) yang bersifat mandatori," jelasnya.

Sementara, Head of Unit of the Commitee on Agriculture and Rural Development, Philipe Musquar, mengaku memahami apa yang diutarakan delegasi Indonesia. Katanya, pihaknya masih membahas Resolusi Kelapa Sawit.

Untuk itu, Philipe dalam rapat yang turut dihadiri Staf Ahli Mentan Bidang Lingkungan Mukti Sardjono, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Lingkungan dan Kehutanan, berjanji bakal meneruskan kepada Committee Environment terkait keberatan Indonesia atas resolusi tersebut.

Penulis Fatah Sidik

Tags:

KementanEdhy PrabowoKelapa SawitResolusi SawitParlemen EropaUni Eropa