logo rilis
Di Bawah Pendampingan Balitbangtan, HD Farm Sukses Kembangkan Pepaya Merah Delima
Kontributor
Elvi R
20 Agustus 2020, 12:00 WIB
Di Bawah Pendampingan Balitbangtan, HD Farm Sukses Kembangkan Pepaya Merah Delima
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Pepaya Merah Delima merupakan salah satu buah varietas unggul yang dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan. Pepaya unggulan ini memiliki tekstur daging yang kenyal, manis dan berumur bunga 4-5 bulan.

Salah satu pembudidaya pepaya yang sukses dan mendapatkan pendampingan dari Balitbangtan adalah Dadan dan Yessi. Pasangan suami istri itu telah menggeluti agribisnis pepaya Merah Delima sejak 2014 dengan pendampingan dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika dan Puslitbang Hortikultura Balitbangtan Kementan. Sejak mengenal pepaya Merah Delima di salah satu even pameran di Yogyakarta 2013, Dadang langsung jatuh cinta dan tertantang untuk membudidayakan pepaya hasil inovasi Balitbangtan Kementan tersebut. Sejak dua tahun belakangan dia membuka lapak dan berjualan dengan nama toko HD Farm.

Sebetulnya, Dadang dan Yessi sudah tujuh tahun mengembangkan pepaya ini. Menurutnya banyak suka duka yang telah dilewatinya. Meskipun banyak tantangan dan hambatan yang dialami tidak menggoyahkan pasangan suami istri ini untuk beragribisnis pepaya. Pepaya Merah Delima yang dihasilkan dari kebun milik Dadang memiliki daging kenyal, warna daging merah oranye, memiliki rasa yang sangat manis dan enak sehingga siapapun yang mencicipnya pasti berkomentar “hade” (bahasa Sunda yang artinya enak/bagus). Hal inilah yang menginspirasi Yessi untuk memberi nama  usaha agribisnisnya dengan HD FARM.

Salah satu faktor penting yang menguatkan usaha agribisnis yaitu pemasaran produknya dan peran Yessi dalam pemasaran pepaya Merah Delima sangat besar. Sejak awal panen tahun 2014 harga pepaya Merah Delima dari  Yessi selalu lebih tinggi dibanding jenis atau penjual lainnya, yaitu selalu di atas Rp 10.000,-/kg bahkan sampai Rp 20.000,-/kg. Namun harga tersebut tidaklah mahal sebab, pepaya yang diproduksi oleh HD Farm sangat mengutamakan kualitas terutama rasanya yang enak dan manis.

Bentuk buah dan ukuran sering kali tidak menjadi masalah, karena Yessi selalu menjelaskan dan memberikan jaminan bahwa pepaya yang dijualnya enak rasanya dan tidak akan menyesal jika membelinya meskipun harganya mahal. Selain itu Yessi juga memberikan edukasi kepada konsumen manfaat pepaya untuk kesehatan tubuh. Sampai saat ini terbukti teknik pemasaran, kerja keras dan kegigihanyang dilakukan Yessi  untuk memasarkan pepaya Merah Delima cukup sukses. Pembeli yang pernah mencicipi pepaya Merah Delima dari Lapak E01-02 Pasar  Moderen Batununggal akan selalu kembali untuk membeli dan tidak mau mengganti dengan pepaya jenis lain.

Hingga saat ini, buah pepaya Merah Delima yang dihasilkan dari kebun milik Dadang masih belum mencukupi untuk permintaan pasar.  Dirinya hanya memiliki 800 pohon pepaya yang ditumpang sari  dengan tanaman jambu kristal dan sayuran, serta 500 batang yang ditanam monokultur.

Untuk memenuhi permintaan pasar yang belum terpenuhi tersebut Dadang mulai membuka lahan baru untuk pengembangan pepaya Merah Delima seluas 5 Ha.  Pantang menyerah, fokus, terus belajar dan berkembang menjadi salah satu semboyan HD Farm dalam beragribisnis pepaya Merah Delima.

Sebelumnya, Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menyampaikan, Balitbangtan melalui Balitbu Tropika telah mengembangan berbagai varietas unggul baru yang perlu dipercepat pengembangannya maupun penyebarannya. “Untuk percepatan pengembangan varietas-varietas unggul hasil Balitbu Tropika ini tentunya perlu dilakukan terobosan-terobosan, diantaranya dengan peningkatan sinergi dengan pihak swasta”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah muturkan bahwa Balitbu Tropika telah menggandeng perusahaan besar yang bergerak di bidang agroindustri, perkebunan dan pengolahan hasil perkebunan, yaitu PT Great Giant Pineapple (PT. GGP) untuk bekerjasama mengembangkan varietas unggul aneka buah tropika di Indonesia. “Salah satu inovasi Balitbu Tropika yang menarik perhatian PT GGP adalah varietas unggul pepaya merah delima”, ujarnya. 

Menurut Ellina, pepaya hasil inovasi Balitbangtan ini diakui oleh PT GGP mempunyai kualitas yang baik dari segi rasa, penampilan daging buah dan kekenyalan buah. "Varietas pepaya ini mempunyai ukuran buah sedang, rasa sangat manis, warna daging orange kemerahan dan rongga tengah berbentuk bintang yang menjadi salah satu ciri khasnya." Tambahnya.

Sumber: Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID