logo rilis
Dhani Mau Panggil Mel Gibson Jadi Sutradara Film G30S Versi Baru
Kontributor
Budi Prasetyo
01 Oktober 2018, 14:40 WIB
Dhani Mau Panggil Mel Gibson Jadi Sutradara Film G30S Versi Baru
Ahmad Dhani dan Neno Warisman. FOTO: Jurnalpolitik.com

RILIS.ID, Surabaya— Musisi nasional yang juga kader Gerindra, Ahmad Dhani, mengaku khawatir jika nantinya ideologi Nasionalis Agama dan Komunis (Nasakom) bangkit lagi di Indonesia.

"Yang kita takutkan bukan bangkitnya PKI tetapi yang kita takutkan adalah ideologi nasakom," katanya saat pemutaran film G30S/PKI di Gedung astranawa Surabaya pada Minggu, 30 September kemarin malam.

Dhani masih ingat tentang ideologi nasakom yang sempat diterapkan di Indonesia pada tahun 1955.

"Dari nasionalis PNI, dari Komunis PKI dan dari agama adalah NU. Buat saya tinggal menunggu keberanian mencabut tap MPRS," tambahnya. 

Terkait pemutaran film G30S/PKI, Dhani mengaku akan merubahnya versi milenial jika nanti Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang. 

"Kalau nanti Gerindra menang saya perlu membikin film versi baru milenial. Mungkin aidit tidak merokok di filmnya. Kalau perlu kita panggil Mel Gibson untuk menjadi sutradara kenapa tidak," katanya. 

Dhani mengatakan, ajaran khilafah tidak mungkin ada di Indonesia, karena pasti akan ditolak. Gerindra pun kata Dhani, tegas sudah pasti menolak ajaran khilafah. 

"Kalau Khilafah itu mimpi karena pasti tidak ada yang mendukung. Gerindra pun tidak akan mendukung Khilafah," jelasnya.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Dhani, Ketua harian DPD Golkar Jawa Timur Freddy Poernomo mengatakan, ideologi Nasakom tidak akan mungkin diterapkan di Indonesia.

Pemerintah tidak akan berani untuk mencabut tap MPRS nomor 25 tahun 1966 yang melarang paham tersebut. 

"Yang jelas tap MPRS 25 kan belum dicabut, siapa yang berani," katanya. 

Meski demikian, Freddy juga mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya paham Komunis yang kemungkinan  bisa tumbuh lagi di Indonesia.

Dia mengakui ada gejala kemugkinan mulai bangkitnya paham tersebut. "Kalau Indikasi sudah termonitor dan masyarakat juga perlu mewaspadai," tambahnya. 

Menurut dia, masyarakat dan publik harus waspada bahwa ideologi itu pada zaman dulu mengalami kebangkitan dalam siklus 20 tahunan.

Menurut dia, ideologi nasakom memang tidak sesuai dengan Pancasila dan tidak cocok hidup di Indonesia. 

"Mata rantai nasakom sudah pasang surut. Sekarang harus diwaspadai," tegasnya. 

Freddy berharap agar BPIP segera mewujudkan program kongkrit kepada masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan ideologi itu. Bahkan, Freddy mengusulkan agar P4 dihidupkan lagi. 

"Program BPIP harus segera realisasi. Kalau perlu P4 dihidupkan kembali. Kalau tidak suka dengan  rezimnya jangan program yang baik dihapus. Saya kira P4 sudah bagus," katanya. 

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID