logo rilis

Detik-detik Pilu Pemecatan Menlu AS
Kontributor
Syahrain F.
14 Maret 2018, 20:35 WIB
 Detik-detik Pilu Pemecatan Menlu AS
Rex Tillerson. FOTO: Getty Images

RILIS.ID, Washington— Pemecetan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson menguatkan pendapat yang menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump tak mampu mengurus Gedung Putih.

"Dia tidak memiliki pengalaman di Gedung Putih sebelumnya. Itu tampak jelas. Hal itu berdampak pada buruknya kepemimpinannya, sehingga ditahun pertama, orang-orang pun kandas," kata analis politik dari Brooking Institute Kathryn Dunn Tenpas.

Mengutip dari CNN, sejak Trump masuk Gedung Putih, drama perselisihan antar staf kerap terjadi. Satu berita pemecatan atau pengunduruan diri akan diikuti dengan berita serupa lainnya.

Mengenai Tillerson, Trump dikabarkan telah sejak lama mengalami ketidakcocokan dengan Menlu-nya itu. Dalam rangkaian kunjungannya ke Afrika pada pekan lalu, Tillerson secara mendadak membatalkan banyak agendanya ketika berada di Nairobi, Kenya. 

Banyak sumber menyebut alasan pembatalannya dikarenakan sakit perut yang dialaminya ketika itu.

Namun, faktor lain yang membuat Tillerson tidak mood menjalankan agenda seremonial di Nairobi adalah karena pesan singkat Trump yang diterimanya di sekitar pukul 2 pada Sabtu dini hari--ditambah sakit perutnya.

Kepala Staf Gedung Putih John F Kelly ketika itu menyampaikan pesan yang berisi, "bos tidak senang."

Konon, keputusan Trump menerima rencana pertemuan dengan pemimpin Korut tanpa melibatkan Tillerson membuat perselisihan keduanya makin menguak.

Di Washington Post, Trump bahkan dikabarkan tak sabar ingin mencuit ke Twiiter pemecatan Tillerson pada Jumat, ketika Menlu AS itu belum menyelesaikan agenda luar negerinya di Afrika.

Namun, niat itu diurungkan karena Kelly berhasil membujuk Trump untuk  menunggu Tillerson kembali ke Washington.

Tidak lama setelah roda pesawat Air Force One yang membawa Tillerson menyentuh landasan pacu bandara Pangkalan Udara Andrews, kemarin (13/3/2018), dia segera mengetahui bahwa "Bos" telah memecatnya, melalui Twitter, tanpa menunggunya datang ke Gedung Putih untuk  melaporkan hasil diplomasi di Afrika.

"Terima kasih kepada Rex Tillerson atas jasa yang dia berikan," cuit Trump yang diawali ucapan selamat kepada pengganti Tillerson Mike Pompeo.

Lebih dari tiga jam setelah Tweet pemecatannya, Tillerson mendapat panggilan ke Gedung Putih untuk menemui Trump. 

Dari sumber di Gedung Putih menyebutkan, Trump tak ingin terlibat pembicaraan emosional dan penjelasan panjang mengenai pemecatan Tillerson.

Nampaknya, Tillerson merasa dipermalukan dengan perlakuan Trump itu.

Dalam pernyataannya usai resmi dipecat, Tillerson menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya kepada para diplomat karir atas "kejujuran dan integritas" yang mereka tunjukkan selama membantunya dalam urusan luar negeri. 

Dia juga mengapresiasi rakyat AS, namun tak satu pun kata Trump terucap dalam ungkapan terima kasih dan penghargaannya, kecuali ketika mengawali pernyataan soal pemanggilannya ke Gedung Putih.

Trump mengungkapkan mengenai perbedaan "mind set" atau cara pandang dengan Tillerson dalam menyikapi isu luar negeri.

"Rex dan saya telah sejak lama membicarakan soal ini. Saya sebenarnya cukup akrab dengannya. Hanya saja, ada perbedaan cara pandang, perbedaan cara pikir," ucap Trump.

Trump dengan Tillerson berselisih terhadap sejumlah kebijakan strategis. Mulai dari kesepakatan nuklir Iran, Korea Utara, Cina, Timur Tengah, konferensi perubahan iklim di Paris, serta berbagai pendekatan diplomasi luar negeri lainnya.

Di dalam rapat, Tillerson tak jarang mengungkapkan pertentangan pendapatnya mengenai kebijakan politik luar negeri Trump.

Lebih dalam menyusul pada artikel berikutnya...


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)