logo rilis
DETAP 1 Kedelai Unggul Tahan Pecah Polong
Kontributor
Elvi R
25 Maret 2020, 13:28 WIB
DETAP 1 Kedelai Unggul Tahan Pecah Polong
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kehilangan hasil akibat pecah polong merupakan masalah utama dalam budi daya kedelai yang tidak hanya terjadi di daerah tropis Indonesia. Namun juga terjadi di beberapa sentra produksi kedelai di negara sub-tropis. Untuk mengatasi masalah tersebut Balitbangtan pada 2017 yang dimotori peneliti dari Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) telah berhasil melepas varietas kedelai yang tahan terhadap pecah polonng. Varietas itu diberi nama Detap 1.

Varietas kedelai Detap 1 selain berdaya hasil tinggi 2,70 ton per hektare. Keunggulan utamanya adalah tahan pecah polong, ukuran bijinya besar 15 gram per 100 biji. Keunggulan lainnya, umurnya tergolong genjah singkat yakni 78 hari.  

Varietas ini dirakit dengan menggunakan varietas Anjasmoro yang tahan pecah polong sebagai salah satu tetuanya. Sehingga memiliki penampilan tanaman mirip dengan Anjasmoro. Detap 1 diharapkan menjadi salah satu pengungkit produktivitas kedelai nasional.

"Detap 1 memang tidak mengalami pecah polong baik pada saat panen terlambat atau pada saat penjemuran brangkasan. Benih kedelai Detap- 1 merupakan salah satu inovasi Balitbangtan dengan keunggulan tahan pecah polong dan berumur genjah dapat segera berkembang di berbagai sentra produksi kedelai di Indonesia," jelas Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi.

Kedelai ini pun mendapat sambutan baik dari tiga puluh satu penangkar benih dan calon produsen kedelai. Kedelai telah diperkenalkan kepada mereka dari 11 provinsi yaitu Sumut, Sumbar, Jambi, Banten, Jabar, DIY, NTB, NTT, Sulsel, Sulteng dan Sumut. Rata-rata para penengkar benih menyambut dengan antusias. Pengenalan tersebut bekerja sama antara Syngenta Foundation for Sustainable Agriculture (SFSA) dengan Balitkabi untuk mendukung program pemerintah Desa Mandiri Benih.

Diharapkan agar terbangun komitment bersama antar produsen benih  untuk terus memperkuat penyediaan benih di setiap sentra-sentra produksi kedelai.

Hasil pengembangan Detap 1 yang telah dilakukan di Nganjuk, Mojokerto, Genteng (Banyuwangi) dan Bima (NTB), rata-rata memperlihatkan pertumbuhan dan produktivitas yang bagus.  Keunggulan Detap 1 selain tahan pecah polong, juga berumur genjah dan ukuran bijinya tergolong besar. Sifat tahan pecah polong ini diturunkan dari salah satu tetuanya, yaitu varietas Anjasmoro. 

Salah satu petani kooperator asal Mojokerto menyampaikan, hasil panen untuk luasan satu bagian atau setara dengan satu per tujuh sebanyak 506 kilogram, dengan kadar air sekitar 14 persen. Petani yang lain menuturkan kisaran hasil Detap 1 antara 450–500 kilogram di lahan satu per tujuh hektare. 

 

Sumber:  GGH/IYN/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID