Home » Peristiwa » Nasional

Desember Ini, Presiden Harus Beri Nama Pengganti Gatot ke DPR

print this page Selasa, 14/11/2017 | 15:08

Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Imparsial Al Araf mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah harus memiliki nama kandidat pengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo paling lambat Desember 2017. Ini mengingat proses persetujuan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang relatif lama.

"Gatot akan masuk masa pensiun di bulan Maret 2018. Sementara itu kan ada proses di DPR sehingga memang di bulan desember paling lambat Presiden sudah beri nama ke DPR," katanya kepada rilis.id, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Dia menyampaikan, dengan pengajuan nama calon Panglima TNI baru sebagai pengganti Gatot Nurmantyo dari sekarang, maka akan memberikan keleluasaan bagi DPR untuk mencermati dan memeriksa profil kandidat sebelum memberi keputusan. 

"Dengan begitu, pengambilan keputusan yang tergesa-gesa dapat dihindari dan mereka bisa mencermati dengan saksama," paparnya.

Tak hanya itu saja, jika dipersiapkan dari sekarang, akan memberikan kesempatan pula bagi masyarakat untuk melihat calon pengganti Gatot dengan saksama. Apabila dirasa kurang, maka masyarakat dapat mengkritisinya sebelum diketok palu oleh DPR.

"Meski pemilihan Panglima TNI merupakan hak prerogratif Presiden, namun sangat penting bagi Presiden untuk mempertimbangkan dan mencermati masukan dari publik," paparnya.

Selain itu, Al Araf menyampaikan semakin cepat proses pergantian Panglima TNI dilakukan maka akan memperlancar proses transisi manajerial organisasi di dalam tubuh Mabes TNI. Menurutnya, pergantian Panglima TNI ke depan sudah seharusnya dijalankan dengan mempertimbangkan pola rotasi angkatan.

Selain amanat dalam UU TNI Pasal 13, pola rotasi jabatan Panglima TNI juga dianggapnya akan semakin menumbuhkan rasa kesetaraan dalam TNI. Dia mengatakan, angkatan udara perlu diberi kesempatan untuk memimpin TNI berikutnya.
 
"Butuh pemimpin yang dipilih secara rotasi bergantian. Meski dari jatahnya dulu kan angkatan laut terus darat dan darat, sekarang harusnya udara," paparnya.

Penulis Tari Oktaviani
Editor Sukarjito

Tags:

Panglima TNIGatot NurmantyoAl ArafDPR

loading...