Home » Peristiwa » Nasional

Desakan Pergantian Panglima TNI, Bobby Rizaldi: Jangan Benturkan Presiden dengan Gatot

print this page Selasa, 14/11/2017 | 12:05

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bobby Rizaldi menganggap, desakan pergantian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan upaya segelintir orang yang ingin membenturkan Panglima TNI dengan Presiden.

"Itu upaya membenturkan Panglima TNI dengan Presiden. Apakah ada pelanggaran atas tugas dan kewajiban Panglima TNI yang diatur dalam pasal 15  UU 34 tahun 2004? Janganlah seperti ada TNI 'phobia' pada era reformasi sekarang. Segala hal tentang kebijakan pertahanan selalu dikritik, tapi Presiden lebih pahamlah. Tidak perlu didesak-desak," katanya kepada Rilis.id, di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, pergantian Panglima TNI sepenuhnya ada di tangan Presiden RI Joko Widodo. Dia pun meyakini bahwa Presiden sudah pasti memiliki nama-nama kandidat penganti Gatot tanpa diketahui khalayak.

"Itu terserah Presiden, karena memang masa bhakti Jenderal Gatot akan pensiun Maret tahun depan, akan tetapi apa urgensinya buru-buru mencari penggantinya?" paparnya.

Mengacu pada UU TNI pasal 13 ayat 4, jelas Bobby, calon penggantinya adalah salah satu dari 3 Kepala Staf Angkatan. Meski begitu, bila Presiden memiliki kandidat di luar itu, menurutnya tak menjadi soal. Namun dengan catatan harus menjadi Kepala Staf Angkatan walaupun hanya 1 hari saja. 

"Memang situasi seperti saat ini bisa diartikan 2 hal. Pertama, Presiden sudah memiliki pilihan salah satu dari Kepala Staf yang ada sekarang atau sedang mencari kandidat lain diluar yang ada sekarang. Bisa saja seperti di POLRI, terobosan yang dilakukan Presiden," ungkapnya.

Politisi Golkar itu menambahkan, Komisi I DPR sifatnya menunggu keputusan dari Presiden. Dia juga meminta agar semua pihak tak meributkan persoalan pergantian ini. 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan pensiun pada Maret 2018. Sebelumnya, Ketua Setara Institute Hendardi menilai, pergantian Panglima TNI bisa dipercepat. 

Percepatan itu menurut Hendardi, perlu dilakukan mengingat banyaknya kegaduhan yang ditimbulkan sejak Gatot banyak membicarakan persoalan politik.

"Selain proses di DPR yang cukup lama, menyegerakan pergantian Panglima TNI juga akan mempercepat penuntasan agenda reformasi TNI, yang selama kepemimpinan Gatot justru stagnan dan bahkan mengalami kemunduran karena hasrat politik sang panglima yang mengemuka sebelum waktunya," papar Hendardi.

Penulis Tari Oktaviani
Editor Sukarjito

Tags:

Bobby RizaldiKomisi I DPRDPRPergantian Panglima TNIGatot Nurmantyo

loading...