logo rilis

Dengan Alsintan, Pendapatan Petani Naik 3 Kali Lipat
Kontributor

22 Mei 2018, 14:35 WIB
Dengan Alsintan, Pendapatan Petani Naik 3 Kali Lipat
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sedang mengolah lahan menggunakan traktor di Desa Tenggarang, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (22/5/2018).

RILIS.ID, Bondowoso— Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan, banyak manfaat yang diperoleh dari penggunaan alat mesin pertanian (alsintan). Menekan biaya produksi, satu di antaranya.

"Menekan biaya produksi 40 persen. Yang biasa (biaya) panen manual Rp2 juta per hektare, dengan teknologi Rp1 juta," ujarnya saat meninjau lokasi optimalisasi pemanfaatan alsintan di Desa Tenggarang, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (22/5/2018).

Penyusutan hasil panen (losses) sebesar 10 persen pun bisa "ditarik kembali". Yang dulu sia-sia di lapangan, bisa kita ambil. Nilainya Rp28 triliun," jelasnya.

Indeks pertanaman pun akan meningkat. Soalnya, sejak olahan lahan hingga panen, waktunya lebih singkat. Dari hitungan hari menjadi jam. "Bisa tanam tiga kali dalam satu tahun. Artinya, peningkatan pendapatan petani bisa tiga kali lipat," katanya.

Alsintan, lanjut pejabat kelahiran Bone ini, pun mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian. Soalnya, mekanisasi mengubah pandangannya soal bertani. "Dulu petani (disebut) miskin, kumuh. Sekarang sejahtera," tegasnya.

"Dia bisa olah tanah, tanam, panen sambil telepon pacarnya. Ini mengubah mindset," lanjut Menteri Amran.

Apalagi, pendapatan dari jasa penyewaan alsintan cukup menggiurkan. Sekira Rp3 juta-Rp4 juta per hari. "Sebulan Rp90 juta. Dua kali lipat dari gaji menteri. Pasti generasi muda mau," ucapnya yakin.

Dengan memaksimalkan inovasi, ungkap Menteri Amran, Indonesia bisa swasembada dan mengekspor sejumlah komoditas ke mancanegara. "Jadi, pertanian solusi permanen untuk saudara-saudara kita yang masih prasejahtera," tutupnya.

 

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)