logo rilis
Demokrat: SBY Tak Bisa Disandera Kasus Century!
Kontributor
Sukma Alam
20 April 2018, 13:44 WIB
Demokrat: SBY Tak Bisa Disandera Kasus Century!
Susilo Bambang Yudhyono. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, membantah pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono soal pertemuan Ketua Umumnya Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dengan Menko Polhukam Wiranto terkait kasus Century. Pasalnya, kasus tersebut diduga sebagai penyaderaan yang melibatkan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono.

"Tidak ada pembicaraan seputar kasus Century untuk menyandera SBY. Tidak ada ancaman atau tekanan apapun kepada SBY agar mendukung Jokowi. SBY tidak bisa disandera apapun karena SBY dan Demokrat bersih dari kasus Century. Apa yang disampaikan Ferry Juliantono adalah bohong dan tidak benar," katanya di Jakarta (20/4/2018).

Dalam kasus Century, tegas dia, SBY tidak sama sekali terlibat. Justru, ia curiga manuver yang dilakukan Ferry agar Demokrat tidak mendukung Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

"Ferry tampaknya sedang menunjukkan kegalauan dan ketakutan Gerindra bila SBY dan Demokrat pada ujungnya mendukung Jokowi," jelasnya.

"Muncul pernyataan seperti itu. Kalau Gerindra sedang galau menghadapi Jokowi, janganlah Demokrat yang disasar dengan pernyataan tidak benar dan berbau fitnah," tambahnya.

Sebelumnya, Ferry Juliantono menilai, pemerintah melalui Wiranto, tengah menyandera SBY untuk mendukung Joko Widodo.

Penyanderaan tersebut, menurutnya, lewat kasus Bank Century yang melibatkan mantan Guberunur Bank Indonesia Boediono yang dikabarkan akan ditersangkakan.

"Itu kali ingin ditetapkannya Pak Boediono jadi tersangka. Jadi, Pak Wiranto mungkin memberitahu perkembangan ke Pak SBY. Atau juga pak Wiranto menyandera Pak SBY, kalau gitu Demokrat dukung Pak Jokowi saja. Pasti kurang lebih itu," kata Ferry saat menghadiri hasil survei Pilkada Jawa Barat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Namun kemudian, Ferry meralat pernyataannya. Bukan menyandera, kata dia, tetapi pertemuan itu untuk menanggapi kasus Century yang kini tengah digarap Komisi Pemberantasan Korupsi.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)