logo rilis

Demokrat Jatim Bebaskan Kadernya Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin
Kontributor
Budi Prasetyo
14 November 2018, 21:59 WIB
Demokrat Jatim Bebaskan Kadernya Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Surabaya — DPD Partai Demokrat Jawa Timur punya alasan sendiri soal Pilpres 2019 nanti. Terlebih setelah Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) membuat pernyataan yang menyatakan bahwa partainya tidak akan memberikan hukuman pada kadernya yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur Renville Antonio menyebut, pernyataan yang disampaikan Ibas adalah suatu hal yang realistis dan demokratis.

"Saya mendukung dan menyambut baik kalau Mas Ibas bilang begitu," kata Renville, Rabu (13/11/2018).

Politisi yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Provinsi Prabowo-Sandi Jatim itu mengatakan, kondisi Pileg dibarengkan dengan Pilpres berdampak ke sejumlah hal. Termasuk adanya beberapa caleg Demokrat yang nyatanya mendukung Jokowi sejak jauh jauh hari.

"Kita sempat menyampaikan usulan dari Jatim ke DPP, kami menetapkan caleg itu jauh sebelum Demokrat menetapkan arah dukungan dalam Pilpres, yang nyaleg lewat Demokrat ada dari banyak kalangan," kata Renville.

Ia mengatakan, tidak bisa berbuat banyak ketika calegnya sudah lama adalah Pro Jokowi, begitu juga ada yang pendukungan Prabowo juga nyaleg di Partai Demokrat.

Sehingga komitmen untuk mendukung salah satu pihak dari kedua figur itu juga sudah mengakar dari sejak penetapan calon presiden dan arah dukungan partai pengusung.

Padahal di sisi lain, para caleg tersebut sudah dipetakan untuk maju caleg dari Partai Demokrat di pileg 2019 ini.

"Jadi yang nyaleg di Demokrat ini macam-macam background-nya. Mereka tokoh-tokoh yang punya massa dan suara. Sekarang misal caleg dari Projo, pengikutnya, pemilihnya pasti ke Pak Jokowi, kan kita enggak bisa larang, dan dia (caleg) juga enggak bisa disalahkan karena saat daftar caleg memang sudah ada komitmen dari dia dan pemilihnya," papar Renville.

Secara tegas, Renville menyatakan secara kepartaian Demokrat tetap all out untuk mendukung Prabowo-Sandi.

Namun, Renville melanjutkan, jika teman-teman pemilih dari caleg memilih Jokowi, Demokrat tidak bisa melarang. Menurutnya, kondisi ini memang berbeda dengan Pemilu sebelumnya, saat Pileg tidak dilakukan bersama Pilpres.

"Ini sistem baru yang harus kita sesuaikan juga. Artinya Pilres dan Pemilu harus dipisahkan. Untuk masyarakat ke bawah tidak mungkin pilpres dan partainya itu pilihanbya linier.  Itu yang harus kita pahami, dari banyak survei juga menampakkan data bahwa pilihan pilpres dan partai itu tidak ada liniernya," tegas Renville.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)