logo rilis

Demokrat Akui Sodorkan Nama Cawapres ke Jokowi
Kontributor
Nailin In Saroh
12 Juli 2018, 20:15 WIB
Demokrat Akui Sodorkan Nama Cawapres ke Jokowi
Ketua Komando Satuan Kerja Bersama Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) bersama Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Hinca Panjaitan (tengah) dan Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono / Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengungkapkan hasil pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di kediaman SBY, kawasan Mega Kuningan Timur VII, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018).

Hinca mengaku, pembicaraan mereka lebih fokus membahas pandangan sosok Capres-Cawapres dan tawaran koalisi antara Golkar dan Demokrat.

“Substansinya saling bertukar informasi baik dari pak Airlangga selaku ketum Golkar maupun dari pak SBY,” ujar Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Menurut Hinca, ada tawaran berkoalisi dari kubu Jokowi ke Demokrat. Namun partainya ingin menyodorkan wakil presiden. Meski kedepannya, ia pun tak tahu sosok yang diusung Demokrat akan dilirik kubu Jokowi atau Prabowo.

“Jadi dari PD kan sudah disampaikan oleh Pak SBY, kita tidak mempunyai capres. Kami menyiapkan wapres. Nah yang ada itu tinggal pak Jokowi, pak Prabowo, atau kemungkinan yang bukan Pak Jokowi atau Pak Prabowo,” bebernya.

Namun, lanjutnya, keputusan pertimbangan koalisi masih sangat cair. Kendati semua parpol pada dasarnya menunggu untuk calon segera ditetapkan sehingga akan jelas arah koalisinya.

“Tentu ajakan itu ada dan yuk mari kita timbang sama-sama. Tapi kan pertemuan dengan pak Prabowo juga berkomunikasi, begitu juga kemungkinan tiga. Di ujung kami bersepakat akan ada pertemuan lagi jelang tanggal 4 Agustus. Salah satu yang dibahas kapan sih pasangan itu akan diumumkan,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait tawaran lain diluar bursa capres-cawapres, seperti jabatan elektoral lain sebagai menteri diakui hinca itu tidak masuk dalam hitungan demokrat. Ia mengatakan ulasan soal koalisi yang dibangun itu lebih penting untuk dibahas. Sebab menurutnya, dalam lima tahun kedepan akan banyak program kerja yang dilakukan bersama dalam koalisi yang dibangun.

“Tidak. Kami nggak membicarakan menteri. Kami membicarakan gimana baiknya koalisi itu dibangun. Jadi tetap seperti yang kami sampaikan saat rapimnas PD, tentu berkoalisi itu harus bersama-sama membicarakan, program kerja juga sama-sama, dan lain-lain,” pungkasnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)