logo rilis
Demi Kelancaran Arus Mudik, Yogyakarta Hentikan Sementara Proyek Infrastruktur
Kontributor
Fatah H Sidik
08 Juni 2018, 15:19 WIB
Demi Kelancaran Arus Mudik, Yogyakarta Hentikan Sementara Proyek Infrastruktur
Infrastruktur. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Yogyakarta— Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta menghentikan semua pekerjaan fisik. Tujuannya, tak mengganggu kelancaran arus lalu lintas mudik Lebaran 2018.

"Semua pekerjaan sudah dihentikan sementara mulai hari ini (Jumat, 8/6/2018), khususnya pekerjaan jalan maupun drainase. Sedangkan untuk pembangunan gedung baru, akan dihentikan mulai Sabtu (9/6)," ujar Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, di Yogyakarta, beberapa saat lalu.

Seluruh lokasi pekerjaan juga akan kembali dirapikan. Sehingga, tak ada tumpukan material yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Pekerjaan drainase di Jalan KH Ahmad Dahlan, misalnya.

"Kami sudah meminta pihak ketiga yang melakukan pekerjaan, untuk merapikan lokasi proyek agar tidak mengganggu arus lalu lintas," jelasnya.

Selain menghentikan pekerjaan menjelang Lebaran, DPUPKP juga menyiagakan petugas yang tergabung dalam tim reaksi cepat. Maksudnya, melakukan perbaikan jika ada kerusakan infrastruktur mendadak. "Misalnya ada lampu jalan yang mati, maka tim reaksi cepat ini akan diterjunkan untuk melakukan perbaikan," terang Agus.

Keluhan penerangan jalan umum, menurutnya, paling banyak disampaikan masyarakat saat libur Lebaran. Sedangkan keluhan kerusakan infrastruktur, seperti jalan berlubang, jarang terjadi.

"Saya kira, kondisi jalan di Kota Yogyakarta masih cukup bagus. Sehingga, tidak akan ada keluhan mengenai jalan berlubang. Keluhan yang sering disampaikan adalah penerangan jalan umum," ungkapnya.

Keluhan mengenai kerusakan infrastruktur, dapat disampaikan melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Aplikasi belum lama diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

"Saat ini, pun masuk musim kemarau. Sehingga, diperkirakan tidak akan ada kerusakan untuk infratruktur yang berada di sekitar sungai," ucap dia.

Seluruh pekerjaan fisik akan dimulai kembali paling cepat H+7 Lebaran. Sedangkan pembangunan gedung baru, dimulai saat pegawai negeri sipil (PNS) kembali masuk kerja.

"Pembangunan gedung membutuhkan pengawas. Tanpa pengawas, pekerjaan tidak saya izinkan dilakukan. Oleh karena itu, pekerjaan baru dapat dimulai saat pegawai masuk kerja kembali," katanya.

Sedangkan pembangunan drainase Jalan Babaran yang menelan anggaran sekitar Rp13 miliar, akan dimulai pada 25 Juni. Begitu pula dengan revitalisasi trotoar di Kotabaru.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)