logo rilis

Demi Keadilan, Warga Ponorogo Jalan Kaki 27 Hari
Kontributor
Tari Oktaviani
08 Januari 2018, 17:04 WIB
Demi Keadilan, Warga Ponorogo Jalan Kaki 27 Hari
Pujiana dan Wakidi tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (8/1/2018), setelah berjalan kaki selama 27 hari dari Ponorogo, Ja

RILIS.ID, Jakarta— Dua orang pria menginjakkan kaki di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (8/1/2018). Mereka tiba  sejak matahari berada tepat di atas bumi. Mengenakan tulisan dikalungkan di dada, mereka masuk ke lobi gedung antirasuah dengan langkah yang pasti.

Rupanya, mereka pejuang antikorupsi yang ingin meminta keadilan pada KPK. Namun, mereka menggunakan cara berbeda dari biasanya. Pujiana dan Wakidi sampai ke Gedung KPK setelah berjalan kaki selama 27 hari dari Ponorogo, Jawa Timur.

"Menggalakkan keadilan dan sikap antikorupsi," kata Pujiana, beberapa saat lalu. Dia menyampaikan maksud kedatangannya ke Jakarta, agar KPK menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran yang terjadi di daerahnya

"Spesifiknya, ada empat kasus, ada (terkait) pendidikan, pembangunan rumah sakit, pertanian, dan humas," bebernya. Begitu pun terkait putusan mantan Wakil Bupati Ponorogo, Yuni Widyaningsih, di Kejaksaan.

Yuni divonis 1,5 tahun, karena tersangkut kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2012 dan 2013 dengan total anggaran sebesar Rp8,1 miliar. Namun, hingga kini belum dieksekusi ke penjara.

"Sudah divonis. Sampai sekarang, sudah sekitar satu tahun, belum juga dieksekusi," keluh Pujiana.

Selain itu, dia juga menyampaikan pesan dalan perjalanannya menuju Jakarta. Sebab, di kalungnya tertulis "Ayo kita nyatakan perang terhadap koruptor", "habisi koruptor di muka bumi", "melawan antikorupsi di Ponorogo".

"Dalam rangka hari antikorupsi, kami mengajak kepada masyarakat untuk peduli dan benci terhadap korupsi. Karena, dengan kita membenci korupsi, kita akan berlatih untuk jujur disiplin dan punya malu," imbau Pujiana.

Pujiana yang berprofesi sebagai tukang ojek di Ponorogo ini, pun menitipkan pesan kepada awak media yang berjaga. Dia meminta, agar pemerintah gencar menerapkan sikap antikorupsi sejak dini.

"Dan saya yakin, kalau pemerintah mau besar-besaran melakukan kampanye antikorupsi. Maka akan tertanam pada generasi anak-anak kita," yakinnya.

Jerih payahnya membawa hasil. Dia kemudian ditemui Juru bicara KPK, Febri Diansyah. Sekitar 15 menit, pentolan KPK itu mendengar keluh kesah dari kedua pria tersebut.

"Tadi kita temui dan mereka memberikan informasi yang ada di Ponorogo. Informasi itu soal keluhan penanganan kasus korupsi yang dipandang oleh dua orang tersebut lambat atau tidak jelas di pengadilan," beber Febri.

Meski menerima keluh-kesah keduanya, Febri mengaku, pihaknya tak bisa menindaklanjutinya. Sebab, kasus-kasus tersebut ditangani  Kejaksaan. "Saya belum baca, ya dokumennya. Tentu yang baca dokumennya lebih tepatnya, yang punya kewenangan," tandasnya.


#KPK
#Ponorogo
#Febri Diansyah
#Korupsi
#Yuni Widyaningsih
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)