logo rilis
Dedi Mulyadi Munculkan Ide Desa Kopi, Apa Itu?
Kontributor
Yayat R Cipasang
01 Mei 2018, 23:47 WIB
Dedi Mulyadi Munculkan Ide Desa Kopi, Apa Itu?
ILUSTRASI: Hafiz

RILIS.ID, Bandung— Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan gagasannya tentang desa kopi di areal perkebunan sekitar Desa Margamulya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Desa kopi ini bisa dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan produk yang dimiliki desa itu, yakni kopi," katanya dalam pernyataan pers yang disampaikan di Bandung, Selasa (1/5/2018).

Menurut dia, jika keunggulan kopi itu dimanfaatkan dengan baik, maka para petani kopi bisa sejahtera.

Selain itu, kopi juga dinilai dapat mengundang wisatawan untuk mengunjungi desa tempat kopi berkualitas ditanam.

"Tapi caranya tidak boleh dengan merambah hutan. Satu juta pohon kopi bisa ditanam dengan memanfaatkan lahan perkebunan yang tidak produktif di daerah itu," katanya.

Ia mengatakan selain diangkat sebagai tenaga harian lepas (THL) Pemprov Jawa Barat, para petani kopi rakyat juga perlu diberikan pedampingan khusus.

Pendampingan tersebut dapat dilakukan oleh para sarjana pertanian yang diberikan insentif oleh Pemprov Jawa Barat.

"Jadi kita tidak hanya memberikan benih kopi, tapi diberikan juga pendampingan, mulai masa tanam sampai panen. Pemprov Jawa Barat nanti meminta bantuan para sarjana pertanian untuk itu," kata dia.

Dedi menyampaikan gagasan tentang Desa Kopi setelah mengunjungi areal perkebunan di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu.

Di desa itu, mantan Bupati Purwakarta tersebut mendapatkan keluhan dari salah seorang petani kopi, Nuri (52).

Nuri mengatakan selama ini tidak mendapatkan pendampingan dari pemerintah tentang pemeliharaan tanaman kopi.

Dia beserta para petani kopi yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) memang pernah menerima bantuan benih kopi.

Tetapi, pendampingan dari mulai pola tanam sampai kopi siap dipanen tidak didapatkan. Sehingga, alih-alih bisa mendapatkan hasil panen kopi yang maksimal, tanaman kopi tersebut layu sebelum berkembang.

"Karena tidak diurus, jadi tanamannya mati. Pohon kopinya tidak dirawat. Padahal, kopi ini komoditas unggulan di Jawa Barat bahkan dunia," kata dia.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)