logo rilis

Deddy Mizwar: Saya Cari Nafkah Main Sinetron Malah Tak Boleh KPI
Kontributor
Sukma Alam
20 Mei 2018, 05:02 WIB
Deddy Mizwar: Saya Cari Nafkah Main Sinetron Malah Tak Boleh KPI
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Bandung— Calon gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menyesalkan kebijakan KPI yang tak memperbolehkan dirinya berperan dalam sinteron bulan Ramadhan 'Cuma di Sini'.

Karena itu, ia mengambil langkah somasi terhadap KPI. Sebab, dirinya yang saat ini cuti dari tugas Wakil Gubernur Jawa Barat, mengutamakan main sinetron sebagai mata pencarian keluarga.

"Somasi berjalan terus, jadi orang tidak boleh mencari nafkah oleh Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI. Saya kan cuma bisa main sinetron, kedua, saya sebagai umat Islam tidak boleh syiar, dakwah, ini sangat menyedihkan," ujarnya, di Bandung, Sabtu (19/5/2018).

Menurut dia, profesionalitas KPI dalam mencermati materi skenario perlu ada kajian untuk mengetahui, apakah sinetron itu ada pelanggaran atau tidak.

"Semestinya semua calon kepala daerah boleh main sinetron, main film yang penting adalah kontennya tidak boleh ada kampanye. Contohnya, semua orang boleh main golf, tapi waktu pertandingan golf jangan ada unsur kampanye," katanya.

"Semua orang boleh ke masjid, tapi jangan kampanye di masjid. Kan di Masjid dilarang kampanye, di pesantren dilarang kampanye, tapi bukan berarti kita tidak boleh ke pesantren, ke masjid," katanya.

Ia menambahkan, dampak langkah KPI tidak hanya merugikan dirinya, melainkan para pemain di sinetron 'Cuma di Sini' sebagian berhenti.

"Jadi ini sangat diskriminatif, cenderung ada tendensi yang merugikan, sebab tidak hanya saya saja yang tidak boleh main. Ada beberapa pemain tidak bisa main dalam film saya, dia off dan penghasilannya pun off. Jadi bukan saya saja korbannya," katanya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut sangat disayangkan terjadi di lingkungan KPI yang di mana sinetron disiarkan itu bermuatan edukasi rohani di Bulan Suci Ramadan.

"Enggak ada gambaran Jawa Barat, enggak ada kampanye. Ini kan kota besar masyarakat urban. Insya Allah KPI bisa banyak belajar lagi ke depannya, agar tidak menginjak-nginjak HAM, banyak merugikan orang. Yang penting bukan kalah atau menang, tapi melawan kedzaliman" ujarnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)