logo rilis
Data Pangan Tak Akurat, Serahkan pada Mekanisme Pasar lah
Kontributor

26 Januari 2018, 18:36 WIB
Data Pangan Tak Akurat, Serahkan pada Mekanisme Pasar lah
FOTO: RILIS.ID/ Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi mengatakan, pembenahan data pangan sangat penting untuk dilakukan. Ini mengacu pada data pangan yang hanya bersumber dari satu pihak.

Sementara itu, CIPS menilai kekuratan dan pembaruan secara berkala sangat penting untuk menentukan kebijakan pangan yang akan diambil pemerintah. Untuk itu, Pemerintah harus memprioritaskan pembenahan data pangan. 

Perbedaan data komoditas pangan antara satu institusi dengan institusi lainnya di Tanah Air sudah sering terjadi. Namun masalah ini tidak juga menemukan solusi dan malah berulang lagi. 

Selain sebagai dasar pengambilan kebijakan, data pangan juga penting untuk mengukur produktivitas pangan, mengidentifikasi daerah-daerah penghasil komoditas pangan dan juga mengetahui kondisi petani.

“Ketidakakuratan data pangan bisa disebabkan beberapa hal, seperti parameter pengambilan sampling yang out of date, ketidakcermatan enumerator dan juga ketidakakuratan data atau jawaban dari narasumber. Panjangnya distribusi data dari tingkat desa hingga ke pusat juga berpotensi menimbulkan ketidakakuratan,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (26/1/2018).

Begitu juga perbedaan data mengenai produksi garam, dimana terjadi perbedaan data antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Perindustrian. 

“Masalahnya, Indonesia baru mau mengimpor kalau ada data produksi yang  tidak cukup. Pengambilan keputusan impor tidak akan efektif jika tidak akurat. Pemerintah harusnya fokus pada kepentingan rakyat sebagai konsumen. Mereka berhak mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau,” terang Hizkia yang juga seorang dosen.

Selain itu, pemerintah seharusnya bisa lebih fleksibel dalam mengambil kebijakan. Kalau data pemerintah untuk pengambilan kebijakan impor tidak akurat, "serahkan pada mekanisme pasar aja lah," tutupnya.


#Data Pangan
#Impor Pangan
#Impor Beras
#CIPS
#Hizkia Respatiadi
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID