logo rilis
Darurat Terorisme, Gerindra Minta Pimpinan 3 Instansi Mundur
Kontributor
Nailin In Saroh
15 Mei 2018, 09:38 WIB
Darurat Terorisme, Gerindra Minta Pimpinan 3 Instansi Mundur
Sodik Mudjahid. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pimpinan Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diminta mundur, lantaran tak mampu menumpas teroris. Presiden Joko Widodo pun diminta menanyakan ulang komitmen institusi terkait dalam pemberantasan terorisme.

"Jika mereka tidak mampu menyatakan komitmen dan kesanggupannya untuk menumpas, menghancurkan terorisme dalam kurun waktu yang ditetapkan, maka Presiden dan pemerintah harus mencari dan meminta komitmen dan kesanggupan pejabat baru Kepala BNPT, Kapolri, Kepala BIN, Panglima TNI," ujar Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid, di Jakarta, Selasa (15/4/2018).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini menerangkan, Kepolisian dan TNI memiliki pengalaman dalam mengatasi keamanan dalam negeri dari terorisme. Penumpasan pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), Gerakan September Tiga Puluh Partai Komunis Indonesia (Gestapu PKI), hingga Timor Timur, misalnya.

Karenanya, Sodik berharap, pemberantasan terorisme diniatkan secara serius oleh seluruh institusi. "Sesungguhnya persoalan penumpasan terorisme yang berulang kali  terjadi di Indonesia, hanya tergantung dari kebulatan niat dan tekad Presiden dan pemerintah untuk menumpas, bahkan mengelolanya," jelasnya.

Dia menambahkan, fundamental agama yang kerap disebut sebagai ideologi terorisme, tak mendapat tempat dalam agama-agama dan umat beragama di Indonesia. Begitu pula dari sisi budaya. Terorisme bertentangan dengan karakter bangsa yang damai, gotong royong, lembut, dan santun.

"Dari sisi kelembagaan, organisasi terorisme bukan merupakan bagian dan tidak terkait dengan mainstrem organisasi keagamaan Islam di Indonesia, seperti NU, Muhammadiyah, Persis, PUI, Al Irsyad, dan lainnya," pungkas Sodik.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)