logo rilis
Darmin Minta Masyarakat Tak Risaukan Pelemahan Rupiah, karena...
Kontributor
Elvi R
23 Oktober 2018, 15:00 WIB
Darmin Minta Masyarakat Tak Risaukan Pelemahan Rupiah, karena...
Penukaran Valas. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pergerakan nilai tukar Rupiah yang fluktuatif dan cenderung melemah terhadap Dolar Amerika Serikat akhir-akhir ini. Bahkan, beberapa waktu terakhir Rupiah berada dalam rentang Rp15.100-Rp15.200. Rupiah pun telah melemah nyaris 12 persen sejak awal tahun.

Menteri Perekonomian Darmin Nasution meminta masyarakat tidak risau pada level rupiah tersebut. 

"Jangan terlalu dikhawatirkan, jangan risau dahulu," tutur Darmin usai paparan '4 Tahun Kerja Jokowi-JK', di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, pergerakan Rupiah harian hingga tembus level Rp15.200 per Dolar AS adalah hal biasa.

"Pergerakan Rupiah itu biasa," ucapnya.

Sementara itu, dilansir dari Antara, pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi (22/10/2018) bergerak melemah sebesar 26 poin menjadi Rp15.197 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.171 per Dolar AS, akibat sentimen eksternal .

"Dolar AS menguat terhadap hampir semua mata uang kuat dunia didorong kembalinya ketidakpastian di pasar keuangan Eropa," kata Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Selasa.

Samuel menegaskan, ketidakpastian di Eropa itu didorong oleh isu kenaikan defisit anggaran Italia serta kembali buntunya proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Selain itu, lanjut dia, apresiasi Dolar AS juga dipicu oleh prospek kenaikan tingkat suku bunga di Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR).

"Sentimen eksternal itu menekan Rupiah terhadap Dolar AS," katanya.

Ia menambahkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini (23/10) diperkirakan tingkat suku bunga BI 7-Day Repo Rate di 5,75 persen dipertahankan.

Sementara itu, Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengharapkan pelaku pasar merespons positif kebijakan Bank Indonesia yang diperkirakan akan memertahankan tingkat suku bunga.

"Suku bunga dipertahankan, diharapkan dapat menjadi sentimen positif pada Rupiah," katanya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID