logo rilis

Daripada Celaka, Pedagang Diimbau Tak 'Akali' Harga saat Ramadan
Kontributor

16 Mei 2018, 13:47 WIB
Daripada Celaka, Pedagang Diimbau Tak 'Akali' Harga saat Ramadan
Konsumen membeli kebutuhan pangan di Toko Tani Indonesia (TTI) di Pasar Klender SS, Jakarta, Rabu (16/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Jakarta— Pedagang diimbau tak memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga pangan. Dengan begitu, masyarakat tak merasakan gejolak harga bahan pokok.

"Saya imbau jangan nakallah. Daripada celaka, mending enggak nakal. Kan, saya mau tenang," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan), Agung Hendriadi, saat meninjau Toko Tani Indonesia (TTI) di Pasar Klender SS, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Dia menerangkan, bakal ada sanksi terhadap pedagang yang menjual komoditas pangan di atas harga acuan. Katanya, aturan tersebut diterbitkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Sanksi, saya rasa ada di Kemendag," ucap mantan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan itu, tanpa merinci regulasi dan jenis sanksi.

Di sisi lain, Agung menerangkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menjaga stabilitas harga dan produksi saat Ramadan hingga Lebaran. Di antaranya, meningkatkan produksi melalui luas tambah tanam (LTT). Ada juga bazar di 235 titik se-Indonesia. Bahkan, menginstruksikan dinas terkait di 20 provinsi apel siaga untuk mengantisipasi gejolak harga.

Kementan pun bakal mengoptimalkan Toko Tani Indonesia (TTI). Alasannya, terang Agung, kebutuhan pokok yang dijual di TTI tetap terjangkau sesuai harga acuan pemerintah.

"Potong rantai distribusi, sehingga lebih murah," katanya. TTI langsung mendistribusikan hasil panen gabungan kelompok tani (gapoktan) mitra ke konsumen. Ada 1.500 gapoktan mitra TTI.

Melalui penerapan perdagangan elektronik (e-commerce) pada TTI, petani pun bisa langsung mendistribusikan komoditas kebutuhan pedagang sesuai jumlah yang diminta.

Agung menambahkan, ketersediaan sejumlah komoditas strategis medio Mei-Juni 2018 di atas kebutuhan masyarakat. Karenanya, dia kian yakin tak ada gejolak harga pangan selama Ramadan hingga Lebaran nanti.

Berdasarkan data BKP Kementan, produksi beras Mei-Juni sekira 8,2 juta ton dan kebutuhannya 5,3 juta ton. Lalu, produksi bawang merah 250 ribu ton dan 210 ribu ton kebutuhan serta cabai rawit produksinya 178 ribu ton dan kebutuhan 113 ribu ton.

Selain Kementan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) serta PD Pasar Jaya juga menggelar operasi pasar. Kegiatan Bulog dilakukan di pasar-pasar se-Indonesia yang menjadi perhatian Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara Pasar Jaya, diadakan di 15 pasar se-Jakarta.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)