logo rilis

Dapat Kabar Baik dari Moody's, Ini kata Sri Mulyani
Kontributor

13 April 2018, 15:25 WIB
Dapat Kabar Baik dari Moody's, Ini kata Sri Mulyani
FOTO: Facebook/Sri Mulyani Indrawati

RILIS.ID, Jakarta— Lembaga pemeringkat Moody’s memberikan kenaikan peringkat utang atau sovereign rating (rating upgrade) kepada Indonesia, dari Baa3/positive outlook menjadi Baa2 stable outlook (setara dengan level BBB).

Dengan demikian, Indonesia sudah mendapat peringkat Baa2/BBB dari empat lembaga, yakni Fitch (Desember 2017), JCRA (12 Februari 2018), R&I (7 Maret 2018), dan Moody’s hari ini (13/4/2018).

"Ini adalah salah satu capaian yang tentu kita syukuri, dan kita akan terus bekerja lebih keras lagi agar lebih baik," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video singkat di akun Facebook-nya, Jumat (13/4).

Dalam laporannya, Moody’s menyatakan bahwa peningkatan rating Indonesia didukung oleh kerangka kebijakan pemerintah dan otoritas lainnya yang lebih kredibel dan efektif dalam mendukung stabilitas kondisi ekonomi makro. Menurut Moody’s, kebijakan fiskal yang lebih hati-hati serta kebijakan moneter yang kondusif dapat meredam tekanan yang bersumber dari internal maupun eksternal.

"Ini merupakan konfirmasi, bahwa pemerintah selama ini berupaya terus memperbaiki kebijakan agar kredibel dan efektif membangun ekonomi Indonesia, menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan serta kesenjangan," jelasnya.

Stable outlook menggambarkan posisi rating yang akan stabil dalam beberapa waktu ke depan, serta menunjukkan risiko yang berimbang. Keputusan Moody’s untuk menaikkan rating Indonesia pun menunjukkan bahwa reformasi struktural dan fiskal yang dilakukan pemerintah bersama dengan pemangku kepentingan lainnya, termasuk Bank Indonesia (BI) dinilai baik.

"Ini adalah salah satu berita yang sangat baik, dan saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat, dan tentu terimakasih atas dukungan masyarakat pada kbijakan-kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk membangun Indonesia lebih kuat," tandas Sri Mulyani.
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)