logo rilis
Dana Parpol Dianggap Bisa Cegah Korupsi
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
23 April 2018, 16:56 WIB
Dana Parpol Dianggap Bisa Cegah Korupsi
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menilai, dana bagi Partai Politik (Parpol) perlu direalisasikan untuk penguatan demokrasi sekaligus pencegahan korupsi. 

Di era Orde Lama dan Orde Baru, parpol diberi fasilitas oleh negara. Sebelumnya, bahkan dibebaskan berusaha untuk mencari dana. Ironisnya, di era reformasi, parpol tak mendapat political financing.
 
"Betapa pentingnya ini untuk mencegah korupsi terutama terkait Parpol. Di Indonesia, Parpol tidak mendapat dana yang proporsional. Padahal, di sisi lain, Parpol tidak boleh berusaha," kata dia, Senin (23/4/2018).
 
Berbeda dengan tahun 1950-an, parpol mendapat fasilitas dengan dibolehkan memiliki usaha, seperti mempunyai kebun, bengkel, pom bensin, dan lain-lain.

Walau pada kebebasan berusaha itu ada moral hazard, tapi pendanaan Parpol oleh negara penting dilakukan.
 
"Saat ini baru dinaikkan dari Rp108 menjadi Rp1.000 per suara," ungkap dia.

Di Meksiko, ada 200 juta dolar AS untuk sembilan parpol. Dibagi 30 persen secara merata dan 70 persen secara proporsional. Dan, 100 juta dolar AS untuk melakukan kampanye. Itu dilakukan setiap tahun dan dianggarkan.
 
Fadli yang juga Organisasi Parlemen Dunia Anti Korupsi (GOPAC) mengatakan, salah satu upaya agar parpol sebagai pilar demokrasi bisa berjalan baik, adalah dengan pendanaan parpol.

"Ini juga sebagai bagian dari pemberantasan korupsi dan penguatan demokrasi," ujarnya.
 
GOPAC sendiri, urai Fadli, adalah jaringan internasional antar-parlemen yang fokus pada isu-isu antikorupsi dan penguatan tata pemerintahan yang baik. 

Tujuan GOPAC memberantas dan mencegah korupsi dengan menguatkan integritras di parlemen. Fokus utamanya adalah menguatkan perangkat praktis dan memberikan pelatihan untuk anggota. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)