logo rilis
Dana Desa Kunci Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat
Kontributor
Intan Nirmala Sari
08 April 2018, 18:36 WIB
Dana Desa Kunci Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Sukabumi— Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menilai, dana desa selama ini telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama empat tahun terakhir pun mencapai Rp187 triliun, tujuannya untuk mempercepat pembangunan desa.

"Program membuat MCK, air bersih, PAUD, Posyandu, turap, dan lainnya meningkatkan indeks pembangunan manusia di desa, sehingga kualitas hidup masyarakat desa meningkat," kata Menteri PDTT Eko Putro Sandjojo dalam siaran persnya, Minggu (8/4/2018).

Disebutkan, pada 2015 dana desa disalurkan sebesar Rp20,7 triliun kepada 74.093 desa. Pada 2016, meningkat menjadi Rp47 triliun untuk 74.754 desa. Sementara, tahun lalu jumlah dana desa yang disalurkan kepada 74.910 desa mencapai Rp60 triliun dan untuk tahun ini, dengan jumlah yang sama yaitu Rp60 triliun disalurkan kepada 74.957 desa.

Eko mengatakan, ada dua macam jenis pembangunan di desa. Pertama, ada yang langsung berdampak untuk pertumbuhan ekonomi. Kedua, pembangunan yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup dasar masyarakat desa.

Dalam tiga tahun ini, dana desa telah membangun 123.145 kilometer jalan desa, 791.258 kilometer jembatan desa, 5.220 unit pasar desa, 26.070 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 2.882 tambatan perahu, 1.927 unit embung, 28.091 unit irigasi, dan 3.004 unit sarana olahraga desa.

Sedangkan pembangunan yang bersifat peningkatan kualitas hidup masyarakat desa yakni 65.918 unit penahan tanah, 37.496 unit air bersih, 108.486 unit MCK, 5.314 unit Polindes, 38.217 unit drainase, 18.072 unit Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 11.424 unit Posyandu, dan 30.212 unit sumur.

Menurutnya, untuk mendukung percepatan pembangunan desa, Kemendes PDTT telah menetapkan empat program prioritas. Program tersebut yakni, pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), membangun embung air desa, mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan membangun Sarana Olahraga Desa (Raga Desa).

"Prinsipnya, Prukades itu adalah untuk membuat kluster ekonomi di desa-desa. Prukades memberi insentif supaya desa fokus mengembangkan produk unggulannya," ujar Eko.

Program prioritas kedua adalah membangun embung. dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Masifnya pembangunan embung diharapkan dapat membuat masa panen meningkat 2-3 kali dalam setahun. Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi program prioritas ketiga.

Sementara itu, BUMDes diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Dengan mengedepankan potensi unggulan di desanya, unit usaha BUMDes dapat terdiri dari berbagai jenis, seperti pengelola Desa Wisata, minimarket, penyewaan tenda dan kursi, pengelola daur ulang sampah dan lainnya.

Sedangkan program prioritas keempat adalah pembangunan Sarana Olahraga Desa (Raga Desa), yang diharapkan dapat menciptakan keramaian dan mendorong aktivitas ekonomi. Raga Desa akan menjadi ruang publik yang menciptakan keramaian.

Generasi muda pun dapat menyalurkan aktivitas positif, agar terhindar dari narkoba, tawuran, dan radikalisme. Sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan dengan adanya Raga Desa yakni Liga Desa (sepak bola), Festival Desa, Layar Desa, maupun yang lainnya.

"Presiden memberikan arahan agar dana desa dapat memberikan efek besar terhadap pertumbuhan ekonomi desa. Atas saran itu, Kemendes PDTT membuat empat program unggulan tersebut," jelasnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)