logo rilis
Dampak Ekonomi dari Pilkada, Piala Dunia, dan Asian Games 2018
Kontributor

29 Maret 2018, 16:39 WIB
Dampak Ekonomi dari Pilkada, Piala Dunia, dan Asian Games 2018

Tahun 2018 ini merupakan tahun istimewa yang mana orang sering mengatakan sebagai tahun politik. Tahun ini kita menyelenggarakan pilkada secara serentak di 171 daerah kabupaten/provinsi pada 27 Juni 2018. Kemudian tahun ini juga menjadi ajang persiapan partai politik untuk menghadapi pilpres 2019. Jangan  pula kita lupakan ada 2 momen olahraga yang juga sudah ditunggu – tunggu oleh masyarakat. Even itu adalah  Piala Dunia Rusia dan Asian Games Jakarta palembang. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang sebagian besar suka olahraga khususnya sepak bola, maka potensi ekonomi dari gelaran piala dunia dan Asian games akan sangat besar. Khusus Asian Games, sebagai tuan rumah kita berharap even tersebut mampu menarik perhatian masyarakat dunia untuk berkunjung ke Indonesia. Pemerintah sudah all out menyiapkan fasilitas untuk Asian Games tersebut. Dari renovasi venue hingga pembangunan sarana transportasi LRT.

Plus Minus Pilkada terhadap Ekonomi

Tak bisa dipungkiri gelaran pilkada secara serentak akan dapat menggerakkan perekonomian pada daerah – daerah yang menggelar hajatan tersebut. Hajatan demokrasi tersebut dapat menggerakkan perekonomian di daerah seiring dengan naiknya laju konsumsi masyarakat. Naiknya sektor konsumsi tersebut salah satunya dari pembuatan kaos, spanduk, maupun atribut kampanye yang lain. Selain itu sektor konsumsi makanan dan minuman diprediksi juga meningkat selama pilkada karena banyaknya acara – acara kampanye yang diselenggarakan oleh para calon kepala daerah maupun sosialisasi –sosialisasi oleh KPU. Honorarium yang dikucurkan pemerintah terkait penyelenggaraan pilkada juga dapat menjadi penambah tingkat daya beli masyarakat. Misalnya honorarium untuk Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Diharapkan meningkatnya pendapatan masyarakat tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan konsumsi di daerah –daerah.

Namun demikian ada hal yang harus menjadi perhatian menjelang Pilkada 2018 ini. Pertumbuhan ekonomi didaerah bisa terganggu dalam tahun politik ini bila tidak kita antisipasi. Transisi kepemimpinan daerah saat momen pilkada ini dapat berpengaruh pada lambatnya penyerapan di daerah bersangkutan. Antisipasi terkait masalah penyerapan anggaran yang rendah ini harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah pusat. Sebelum pilkada, penyerapan dapat terganggu diakibatkan pejabat lama tidak berani memutuskan penggunaan anggaran. Mereka akan menunggu dilantiknya pejabat yang baru dari hasil pilkada. Demikian juga jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang kemungkinan akan memilih menunggu terpilihnya pimpinan daerah yang baru  untuk menjalankan kebijakan strategis. Setelah pilkada, serapan anggaran juga masih memiliki potensi serapan yang rendah. Hal ini  karena adanya tahapan penetapan pemenang sampai dengan proses pelantikan yang memerlukan waktu. Apalagi jika terjadi sengketa di pengadilan terkait hasil Pilkada. Hal tersebut dapat menambah deretan masalah rendahnya serapan anggaran.

Even Olahraga, Gerakkan Ekonomi

Selain momen Pilkada, ada 2 momen olahraga yang menarik dan di tunggu oleh masyarakat Indonesia. Momen tersebut adalah Piala Dunia Rusia 14 Juni hingga 15 Juli 2018. Serta Asian Games 18 Agustus s.d 2 September 2018 dimana kita menjadi tuan rumah di Jakarta dan Palembang. Kita merupakan negara dengan jumlah penduduk besar yang mayoritas menyukai olahraga khususnya sepak bola. Aura perhelatan Piala Dunia sangat besar terasa di Indonesia walaupun kesebelasan kita tidak pernah ikut berpartisipasi. Beruntung bagi masyarakat, mereka dapat menikmati siaran langsung Piala Dunia Rusia 2018 ini. Melihat pasar yang besar, tentu saja stasiun-stasiun televisi kita akan jor –joran dalam mengemas acara tersebut. Acara sebesar Piala Dunia dan Asian Games tentu menarik minat perusahaan untuk membelanjakan dananya untuk iklan. Tentu saja belanja iklan akan meningkat dalam periode penyelenggaraan Piala Dunia maupun Asian Games. Selain peningkatan pertumbuhan jumlah iklan, peningkatan pertumbuhan konsumsi makanan dan minuman juga akan terasa. Sebagai contoh pada piala dunia 2014, jumlah konsumsi kopi dan makanan ringan naik sebesar 30 persen. Tentu saja ini bisa menjadi harapan positif untuk mendongkrak konsumsi masyarakat yang sekarang relatif masih rendah. Selain food and beverage, pertumbuhan juga bisa terjadi pada industri konveksi. Banyak baju – baju olahraga yang terjual selama even – even olahraga besar seperti Piala Dunia maupun Asian Games. Meskipun persentase terhadap pertumbuhan ekonomi kecil, helatan Piala Dunia paling tidak dapat meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat.

Untuk Asian Games 2018, kita sebagai tuan rumah harus bisa memaksimalkan momen tersebut. Selain berusaha mendulang prestasi olahraga sebagai juara umum, tentunya kita harus dapat mengambil keuntungan secara ekonomis. Asian Games kali ini harus kita kemas dan selenggarakan dengan sangat baik. Dari perhelatan Asian Games ini kita bisa berharap adanya kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebagai tuan rumah kita harus mampu memaksimalkan potensi kedatangan para penonton dari luar negeri. Sehingga diharapkan industri perhotelan dan wisata kita juga turut mendapatkan pertumbuhan yang signifikan. Pemerintah harus dapat mengemas Asian Games ini menjadi sarana promosi wisata secara nasional. Kementerian Pariwisata dapat membuat tawaran – tawaran program wisata yang menarik selama pergelaran Asian Games. Kemenpar juga dapat menginisiasi pameran wisata Indonesia dengan menggandeng pemerintah daerah. 

Pembangunan Infrastruktur makin massif  

Selain pertumbuhan pada sektor wisata dan konsumsi dalam perhelatan Asian Games tersebut diharapkan terjadi pertumbuhan ekonomi dari pembangunan infrastruktur – infrastruktur penunjang kegiatan. Infrastruktur yang terkait dengan Asian Games ini antara lain renovasi fasilitas pertandingan, infrastruktur transportasi terutama berbasis rel yaitu LRT,serta perbaikan infrastruktur-infrastruktur jalan sekitar tempat pertandingan. Dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan yang tinggal menghitung bulan, tentu saja ini memberikan tekanan tersendiri pada pelaksanaan proyek- proyek tersebut. Kita sebagai warga negara tentunya harus terus mendukung langkah – langkah pemerintah dalam pembangunan infrastruktur khususnya terkait pelaksanaan Asian Games nanti. Kita berharap semuanya akan dapat selesai tepat waktu ketika kick off Asian Games nanti pada bulan Agustus. Terakhir kita juga berharap pembangunan tersebut tidak hanya menjadi tambahan dorongan pertumbuhan ekonomi tahun ini, tetapi juga dapat bermanfaat untuk jangka panjang. Masyarakat akan mendapatkan manfaat yang besar dari fasilitas olahraga sampai transportasi yang bagus setelah gelaran Asian Games Agustus September nanti.

*) Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Penulis Heru Wibowo
Email. [email protected]
Staf Badan Diklat Keuangan, Kemenkeu


#Pilkada 2018
#Piala Dunia
#dan Asian Games
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID