Home » Peristiwa » Dunia

Dalam Dua Hari, Gempuran Rezim Suriah Tewaskan 40 Warga Sipil

print this page Kamis, 11/1/2018 | 20:32

Seorang pria mengggendong seorang anak yang terluka dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban di puing-puing sebuah bangunan setelah pesawat tempur Rezim Assad menggempur zona de-eskalasi di kota Sekba Ghouta Timur, Suriah, pada Selasa (9/1). FOTO: Anadolu Agency/Samir Tatin

RILIS.ID, Ankara— Sebanyak 40 warga sipil menjadi korban tewas akibat serangan pasukan rezim Bashar Al-Assad ke Ghouta Timur, Suriah, dalam dua hari terakhir. 

Berdasarkan laporan dari lapangan, pasukan rezim mengintesifkan serangan ke distrik Douma dan Haresta, serta daerah Arbin, Sakba, Madyara, Ein Tarma, Beit Sava, Hammuriya, Marj dan Sakba.

Relawan kemanusiaan White Helmets juga menginformasikan, satu orang di Arbin dan satu lainnya di Madyara tewas dalam gempuran pasukan rezim yang terjadi pada Rabu (10/1).

Dari keterangan White Helmets, jumlah korban jiwa di distrik Hammuriya pada Selasa berjumlah 25 orang.

Serangan udara itu juga menewaskan tiga warga sipil di Sakba, satu di Haresta, satu di Arbin dan satu di Madyara. Sementara serangan di Douma menewaskan tujuh warga sipil.

Dengan begitu, jumlah warga sipil yang tewas dalam dua hari terakhir meningkat menjadi 40 orang.

White Helmets dilaporkan berhasil menyelamatkan banyak warga sipil dari reruntuhan bangunan. Para korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Namun, jumlah korban tewas dikhawatirkan bertambah.

Melalui media sosial White Helmets menyampaikan, dalam 13 hari terakhir, serangan rezim Assad dan Rusia menewaskan setidaknya 161 warga sipil. 

Sebelumnya, juga dilaporkan serangan-serangan rezim Assad ke Ghouta Timur selama 2017 menewaskan 1.337 orang termasuk 12 anggota White Helmets.

Ghouta Timur yang terletak di pinggiran kota Damaskus merupakan rumah bagi sekitar 400.000 penduduk,di mana setengah populasinya merupakan anak-anak.

Sejak akhir 2012, distrik tersebut masih berada di bawah kepungan rezim Assad. 

Wilayah  itu merupakann zona de-eskalasi di mana tindakan agresi dilarang keras.

Meski begitu, rezim tetap memblokade Ghouta Timur selama sembilan bulan terakhir.

Sekitar 600 penduduk di Ghouta Timur membutuhkan darurat pengobatan medis.

Sejumlah bayi dan anak juga meninggal dunia akibat kelaparan dan kekurangan obat.

Penulis Syahrain F.
Sumber Anadolu Agency

Tags:

suriahwhite helmetsbashar al-assad