logo rilis

Daging Babi Mati Digantung Selama 30 Tahun di Cina Malah Laku Rp2 M
Kontributor
Tari Oktaviani
28 Januari 2020, 15:30 WIB
Daging Babi Mati Digantung Selama 30 Tahun di Cina Malah Laku Rp2 M
Ilustrasi Virus. RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Cina— Negara Cina menjadi salah satu negara yang diyakini ada beberapa virus berasal. Salah satunya yakni virus Corona yang diyakini berasal dari pasar hewan di Wuhan.

Menjadi tidak heran mengapa virus virus banyak muncul dari pasar hewan di sana. Pasalnya masyarakat di Cina sudah terbiasa memakan daging hewan yan tidak biasa. Salah satunya yakni daging hewan babi yang diawetkan selama berpuluh puluh tahun.

Di Cina, terdapat kuliner ekstrem yang berasal dari daging babi yang digantung dan didiamkan selama 30 tahun. Babi yang sudah mati dibiarkan begitu saja tanpa pendingin.

Meski begitu warga setempat meyakini semakin lama babi itu digantung maka semakin mahal harganya. Salah satu babi yang digantung hingga 30 tahun dijual seharga 200.000 dollar AS atau sekitar Rp2 milliar.

Mengutip tayangan Freedy TV, di Zhaba, Sinchuan,Tiongkok, daging babi yang busuk menjadi simbol kekayaan. Sehingga bagi mereka yang mampu membeli dsn memakannya diyakini akan mendatangkan kekayaan.

Babi yang telah mati pun mulanya dipasangkan tali. Mereka memotong lubang kecil di perut babi. Organ dalam babi pun dipisahkan dan diganti dengan gandum.

Setelah itu, mulut babi dijahit, kemudian diisi udara sampai tubuhnya bengkak. Kemudian mereka menggunakan tanah liat merah di sekitar tubuh babi lalu memanggangnya, setelah itu baru menggantungnya.

Lalu jika hendak mengkonsumsinya, daging yang didiamkan selama puluhan tahun itu direndam air panas terlebih dahulu.

 

Sumber: Tribunnews




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID