logo rilis
Cuti Bersama Lebaran Tetap, namun dengan Catatan
Kontributor
Sukardjito
07 Mei 2018, 09:33 WIB
Cuti Bersama Lebaran Tetap, namun dengan Catatan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK), Puan Maharani. FOTO: RILIS.ID/Afid Baroroh

RILIS.ID, Jakarta— Tarik ulur cuti bersama Lebaran 2018 akhirnya terjawab sudah. Pemerintah lewat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, menegaskan, jumlah hari cuti bersama Lebaran 2018 tetap ikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri beberapa waktu lalu diumumkan, yakni total libur 10 hari pada 11-20 Juni 2018. 

Menurut Puan, meskipun jumlah hari tetap, namun pemerintah memberikan sejumlah catatan, setelah pemerintah mendegarakan pelbagai aspek baik sosial, ekonomi dan lain-lain.

"Tetap seperti SKB tiga menteri April lalu, namun dengan beberapa catatan setelah menelaah beberapa aspek di antaranya, sosial, ekonomi dan lain-lain," ujar Menko PMK, Puan Maharani, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (7/5/2018).  

Dalam keterangan pers itu, Puan menyebutkan soal aspek sosial, pemerintah mempertimbangkan lebih sedikit hal, di antaranya kemacetan arus mudik Lebaran 2018 serta waktu berkumpul bersama keluarga. 

Kemudian, Puan meneruskan, pemerintah telah berkomunikasi dengan beberapa pihak salah satunya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dengan tujuan agar kegiatan bisnis tetap berjalan.

"Untuk mengakomodasi sejumlah kepentingan, Pemerintah mengeluarkan delapan catatan terkait cuti bersama Lebaran 2018," tuturnya.

Puan mengatakan, catatan pertama yakni, pemerintah akan memastikan pelayanan pada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Seperti rumah sakit, imigrasi, bea cukai, perhubungan dan sebagainya.

Lalu kedua, di setiap kementerian atau lembaga akan menugaskan pekerjanya, dilanjut ketiga pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja pada saat Lebaran dapat mengajukan cuti di luar itu tanpa mengurangi jatah cutinya.  

"Keempat, transaksi pasar modal dan bursa akan dibuka pada 20 Juni 2018. Kelima, cuti bersama di sektor swasta bersifat fakultatif sehingga kesepakatan melibatkan para buruh dan pengusaha. Keenam, Kementerian Perhubungan akan mengatur sektor lebuhan agar pelabuhan bisa bekerja pada saat cuti Lebaran. Ketujuh, empat menteri koordinator akan mengatur untuk melengkapi hal tersebut. Kedelapan, setiap kementerian/lembaga akan tetapkan instruksi atau surat edaran," ucap Puan.

Pada pengumuman tersebut juga dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Soemadi, Menteri PAN-RB Asman Abnur, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Ketenagakerjaan H.Hanif Dhakiri, Menteri Sosial Idrus Marhman, Menteri Kesehatan Nila Djuwita M. Selain itu, pimpinan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)