logo rilis
Curigai Demokrat, BPN Tegaskan Pembubaran Koalisi Tak Perlu Dilakukan
Kontributor
Nailin In Saroh
11 Juni 2019, 09:30 WIB
Curigai Demokrat, BPN Tegaskan Pembubaran Koalisi Tak Perlu Dilakukan
Politisi Gerindra, Sodik Mudjahid

RILIS.ID, Jakarta— Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik Mudjahid mengaku curiga usulan pembubaran koalisi oleh Partai Demokrat baik dari kubu Koalisi Indonesia Kerja (KIK) maupun Koalisi Adil Makmur hanya untuk kepentingan Partai Demokrat semata. 

Sebab, belakangan sikap Partai Demokrat semakin tidak jelas. Dia menilai, partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu hanya ingin leluasa keluar masuk ke dalam dua kubu tanpa dikritik dari kedua belah pihak.

"Bisa saja, dengan tidak adanya lagi koalisi maka Partai Demokrat bisa dengan leluasa tanpa ada yang kritik dan yang mempermasalahkan jika keluar masuk ke eks-eks koalisi 02 dan 01," ujar Sodik kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/6/2019). 

Ketua DPP Partai Gerindra ini menilai, koalisi adalah bagian dari kehidupan bangsa yang berdemokrasi dan berkonstitusi. Menurutnya, keberadaan koalisi tidak selalu merupakan cerminan adanya permusuhan atau perpecahan dalam kehidupan berbangsa. 

"Jadi tidak ada alasan pasti kenapa koalisi yang terbentuk saat pilpres ini harus dibubarkan," katanya.

"Lagi pula ketidak beradaan koalisi, bukan otomatis mencerminkan adanya persatuan. Jadi tidak apa-apa masih ada koalisi, asal dengan semangat dan komitmen bersama untuk NKRI," tambah Sodik.

Karenanya, Sodik menegaskan, koalisi-koalisi yang terbentuk dalam Pilpres 2019 ini tidak perlu, apalagi dengan paksaan. Sebab kata dia, koalisi akan bubar dengan sendirinya mengikuti dinamika dan perkembangan perpolitikan Indonesia. 

"Koalisi biarlah bubar atau terbentuk, secara alami atas dasar perkembangan dinamika politik. Tidak usah diformalkan dan dipaksakan," pungkasnya.

Diketahui, Partai Demokrat kembali bermanuver dengan memunculkan usulan pembubaran koalisi pasca-Pemilu. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik menyebut usulan itu sebagai upaya demokrat agar terjadi rekonsiliasi dari kubu 01 dan 02.

"Proposal saya membubarkan koalisi adalah cara saya menggedor nurani para elit di dua koalisi. Sampai hari ini mereka tak terdengar punya gagasan untuk mencegah benturan sosial yang saya cemaskan," kata Rachlan dalam keterangannya, Senin (10/6).

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID