logo rilis
Cucu Ibnu Sutowo Penuhi Panggilan KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
10 April 2018, 12:16 WIB
Cucu Ibnu Sutowo Penuhi Panggilan KPK
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Suami aktris Dian Sastrowardoyo kembali dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemanggilan terhadap pria bernama Maulana Indraguna Sutowo itu terseret dalam arus kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, pada periode 2004-2015.

Kedatangan Indraguna ini merupakan pemanggilan ulang dari sebelumnya. Sedianya, ia akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi.

"Dia (Indraguna Sutowo) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (10/4/2018).

Sebelumnya, putra Adiguna Sutowo itu mangkir dalam panggilan penyidik KPK akhir bulan lalu. Namun kali ini, Indra telah hadir memenuhi panggilan penyidik KPK. Namun, tak ada satu kata pun keluar dari mulutnya.

Selain memeriksa Indra, penyidik KPK juga memanggil Senior Manager Head Office Accounting PT Garuda Indonesia Norma Aulia, Ketua Tim Pengadaan ATR 72-600 Citilink Widi Wiratmoko, dan karyawan BUMN Friatma Mahmud.

"Mereka juga diperiksa sebagai saksi Emirsyah," tutur Febri.

Lembaga antirasuah tengah mendalami peran PT Mugi Rekso Abadi terkait dengan pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia. Perusahaan tersebut dimiliki oleh Soetikno dan Adiguna Sutowo.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui Soetikno yang juga Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd.

Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Emirsyah sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama Soetikno sejak 16 Januari 2017. Namun, Emirsyah dan Soetikno belum juga ditahan meski proses penyidikan telah berjalan lebih dari satu tahun. 

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)