logo rilis
'Complete Feed' Fermentasi Tingkatkan Nutrisi Pakan Sapi
Kontributor
Kurniati
26 April 2018, 16:55 WIB
'Complete Feed' Fermentasi Tingkatkan Nutrisi Pakan Sapi
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Grobogan adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yang sebagian wilayahnya menjadi sentra ternak sapi.

Grobongan juga telah dikembangkan sebagai sentra peternakan rakyat (SPR) yang dimulai dengan program bantuan kandang dari Dirjen Peternakan. 

Seiring dengan pemeliharaan dan pengembangannya, BPTP Balitbangtan Jawa Tengah yang bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, melakukan pendampingan dan pengawalan melalui berbagai kegiatan di antaranya bioindustri berbasis integrasi ternak sapi dengan tanaman kedelai, mengingat Kabupaten Grobogan merupakan sentra pengembangan kedelai di Jawa Tengah. 

Inovasi teknologi dalam formulasi pakan sapi dari hijauan lokal, limbah pertanian serta bahan lokal lain yang sudah tersedia di wilayah Kabupaten Grobogan menjadi fokus kegiatan bioindustri hingga saat ini. 

Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan bersama kelompok peternak sudah berencana untuk melakukan perbaikan kandang lagi. 

Sudah menjadi kebiasaan sebelumnya pada saat panen padi dan jagung, tersedia pakan segar yang melimpah berupa jerami dan tebon jagung, sehingga peternak memberikan secara langsung jerami dan tebon jagung segar untuk pakan sapi. 

Ini yang menjadi penyebab lambatnya penambahan bobot sapi, karena campuran pakan segar tersebut belum mempunyai kandungan nutrisi yang cukup untuk kebutuhan hidup sapi, sehingga perlu sentuhan inovasi untuk menaikkan nilai tambah atau kualitas bahan pakan segar tersebut sebelum diberikan sebagai pakan ternak. 

Pakan ternak hasil fermentasi sudah merupakan hal yang umum dan sudah banyak dilakukan secara swadaya oleh peternak sapi. 

Namun, lain halnya dengan peternak di Dusun Boloh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, yang mengembangkan inovasi formulasi pakan sapi hasil fermentasi yang terbarukan. 

Nah, pada minggu ke-3 April 2018 ini, BPTP Balitbangtan Jawa Tengah melakukan pendampingan pembuatan pakan sapi Complete Feed fermentasi kepada kelompok ternak Loh Jinawi 3 dengan bahan baku jerami padi dan tebon jagung.

Adapun komposisi formulasi Complete Feed fermentasi adalah jerami padi 50 persen, tebon jagung 25,28 persen, ampas kecap 8,07 persen, ampas tahu 8,7 persen, bekatul 5,22 persen, tetes 1,88 persen, mineral 0,31 persen, garam 0,32 persen dan dekomposer bakteri pemecah serat 0,16 persen. 

Presisi takaran dari setiap bahan menjadi penting karena masing-masing bahan sudah terukur nutrisi yang dikandungnya serta fungsi optimal dalam proses fermentasi.

Peneliti BPTP Balitbangtan Jateng, Amrih Prasetyo sebagai pendamping menjelaskan Complete Feed hasil fermentasi mengandung nutrisi protein kasar 14,76 persen, TDN 69 persen, SK 20,4 persen dan lemak kasar 6,7 persen dan sudah mencukupi untuk kebutuhan hidup sapi. 

Pakan sapi hasil fermentasi dapat bertahan lama jika disimpan dalam kondisi kedap udara, sehingga dapat disimpan sebagai stok pakan jika tidak tersedia bahan pakan seperti pada musim kemarau panjang. 

Secara hitungan ekonomi, Complete Feed hasil fermentasi dihargai Rp1.350 per kilogram, sehingga juga dapat menjadi peluang bisnis bagi kelompok ternak. 

Selain di Kabupaten Grobogan, BPTP Balitbangtan Jawa Tengah juga melaksanakan kegiatan serupa di kawasan tebu dan ternak di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang dan pemanfaatan rami sebagai campuran pakan untuk domba di Kabupaten Wonosobo. 

Sentuhan inovasi teknologi Balitbangtan sangat mendukung optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lokal yang murah, mudah, efisien dan mempunyai nilai tambah yang tinggi. 

Sumber: Heru


500
komentar (0)