logo rilis
Cocopeat, Suplementasi Pakan Alternatif untuk Itik Pedaging
Kontributor
Intan Nirmala Sari
22 Maret 2018, 10:17 WIB
Cocopeat, Suplementasi Pakan Alternatif untuk Itik Pedaging
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Salah satu upaya untuk menekan biaya pakan unggas yang cenderung mahal, adalah dengan pemanfaatan limbah agro industri sebagai bahan pakan alternatif. Limbah sektor pertanian yang memiliki potensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai pakan, salahsatunya cocopeat.

Cocopeat dapat dijumpai di mana-mana, karena berasal dari limbah buah kelapa berupa serbuk serabut, dengan bentuk yang halus dihasilkan dari proses penghancuran serabut kelapa. Dalam proses penghancuran sabut kelapa, serbuk halus sabut yang dihasilkan tersebutlah yang dinamakan cocopeat. 

Berdasarkan hasil penelitian, ternak itik memiliki kemampuan untuk mencerna serat kasar dalam pakan yang baik seperti yang ada pada cocopeat tersebut. Dengan demikian, dapat memberi peluang sekaligus kemudahan bagi peternak untuk memanfaatkan limbah bidang pertanian maupun perkebunan sebagai sumber serat pakan itik.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Balai Penelitian Ternak, sebagai salah satu unit pelaksana teknis (UPT) dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan, bahwa cocopeat mengandung serat kasar tinggi, oleh karenanya serat kasar yang tinggi dapat berfungsi sebagai sumber energi untuk ternak terutama itik pedaging.

Pada ternak itik, batas penggunaan yang aman dan tidak sampai mengganggu pertumbuhan itik yaitu pemberian serat kasar tinggi (6 dan 9 persen) dengan kandungan protein pakan (19 dan 21 persen), kisaran tersebut masih dapat diterima terhadap respon pertumbuhan, produksi karkas dan mengurangi kandungan lemak abdominal pada itik pedaging umur 12 minggu.

Sumber: M.Indra Fauzy/Fitra Aji Pamungkas


500
komentar (0)