logo rilis
Coba Setop Facebook-an, Kata Penelitian Bisa Mengurangi Stres
Kontributor
Ning Triasih
15 April 2018, 16:45 WIB
Coba Setop Facebook-an, Kata Penelitian Bisa Mengurangi Stres
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Anda dilanda stres? Coba deh, sejenak tinggalkan aktivitas bermain media sosial khususnya Facebook.

Pasalnya, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan University of Queensland menyatakan, rehat sejenak dari aktivitas di Facebook dapat mengurangi tingkat stres.

Hasil ini terungkap setelah para ilmuwan melakukan penelitian tentang pengaruh Facebook terhadap kondisi kejiwaan seseorang.

"Meninggalkan Facebook selama beberapa hari bisa mengurangi tingkat hormon stress kartisol,”  kata Dr Eric Vanman, dosen senior di University of Queensland. 

Dalam eksperimen ini, sebanyak 138 pengguna Facebook aktif diikutsertakan, yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama, mereka diminta untuk menghentikan sejenak aktivitas di Facebook. Sedangkan kelompok kedua tetap bermain media sosial tersebut seperti biasa selama lima hari.

Nah, dalam uji coba tingkat stres ini, para peserta diminta memberikan sampel air liur di awal dan akhir studi. Gunanya yakni untuk mengukur perubahan tingkat kortisol (hormon stres) mereka.

Meski hasil penelitian menyatakan bahwa hormon kortisol mereka berkurang, namun para partisipan umumnya tak menyadari jika tingkat stres mereka berkurang.

Penelitian ini juga menunjukkan, 'puasa' Facebook hanya mampu mengurangi stres dalam jangka waktu pendek. Sebaliknya, meninggalkan Facebook sepenuhnya juga berdampak buruk pada kejiwaan seseorang.

Ya, menurut penelitian tersebut, mereka yang terlalu lama meninggalkan media sosial justru bisa dilanda depresi. Hal ini lantaran mereka merasa takut kehilangan kontak dengan teman.

Biar bagaimana pun, Faceook menjadi sarana komunikasi sosial yang sangat penting bagi jutaan penggunanya. 


500
komentar (0)