logo rilis
Cina Klaim Banyak Pasien Sembuh dari Wabah Virus Corona Tiap Harinya
Kontributor
Nailin In Saroh
21 Februari 2020, 22:00 WIB
Cina Klaim Banyak Pasien Sembuh dari Wabah Virus Corona Tiap Harinya
Pasien terinfeksi virus Corona. FOTO: Antara

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Cina mengklaim semakin banyak warga yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona tipe baru atau COVID-19. Meski kondisi masih belum kondusif, namun pasien telah banyak yang keluar dari rumah sakit setiap harinya.

“Situasi di Cina sekarang masih cukup menantang. Namun, karena Cina telah melakukan langkah-langkah tegas dan ketat, situasinya semakin membaik,” ujar Duta Besar China untuk ASEAN Deng Xijun dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, (21/2/2020).

Dikutip dari Antara, hingga Jumat (21/2) pagi, kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi mencapai 74.000 kasus dan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 16.000 orang. Pada saat yang sama, jumlah korban meninggal dunia akibat virus ini meningkat menjadi 2.123 jiwa.

Statistik tersebut, kata Deng, menunjukkan dua fenomena dalam perkembangan penanganan virus COVID-19 yang berasal dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei, Cina, sejak Desember tahun lalu.

Pertama, tercatat jumlah pasien yang sembuh hampir delapan kali lebih banyak daripada jumlah kematian. Kedua, kecuali di Wuhan dan Provinsi Hubei, jumlah pasien yang sembuh dan kasus yang terkonfirmasi terus menurun selama 16 hari terakhir.

Deng menjelaskan, perkembangan positif ini merupakan hasil dari langkah-langkah pencegahan dan pengendalian virus COVID-19 yang dilakukan Cina. Termasuk diantaranya mendirikan dua rumah sakit khusus hanya dalam waktu 10 hari untuk menangani pasien yang terdampak paling serius.

Otoritas Cina juga mengalihfungsikan belasan stadion olahraga dan tempat-tempat pertemuan sebagai rumah sakit keliling untuk merawat pasien dengan gejala ringan.

Sekitar 32.000 ahli, dokter, dan petugas medis telah dikerahkan untuk memperkuat penanganan kesehatan di Provinsi Hubei.

Cina juga memperketat aturan perbatasan di sejumlah kota dan menunda jadwal masuk sekolah, kantor, dan pabrik sejak libur Tahun Baru Imlek untuk mengurangi pergerakan dan kontak diantara warganya.

“Saya bisa katakan bahwa Cina telah mengadopsi langkah-langkah yang sangat komprehensif dan serius, banyak diantaranya bahkan jauh melampaui apa yang disyaratkan oleh aturan kesehatan internasional,” jelas Deng. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID