logo rilis
Cina-Jepang Tandatangani Perjanjian 'Swap'
Kontributor

27 Oktober 2018, 08:01 WIB
Cina-Jepang Tandatangani Perjanjian 'Swap'
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Bank sentral Cina mengatakan pada Jumat (26/10/2018) kemarin, bahwa pihaknya telah menandatangani perjanjian swap atau pertukaran mata uang bilateral dengan mitranya di Jepang.

Perjanjian itu akan memungkinkan kedua belah pihak untuk menukar total 200 miliar Yuan (sekitar US$28,78 miliar) untuk 3,4 triliun Yen, Jepang dan sebaliknya, kata People's Bank of China (PBoC) di situs

PBoC menilai, langkah itu bertujuan untuk meningkatkan stabilitas keuangan kedua negara dan memfasilitasi pertukaran ekonomi dan keuangan bilateral.

Perjanjian ini akan berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama.

Kesepakatan pertukaran mata uang memungkinkan dua lembaga untuk menukarkan pembayaran dalam satu mata uang untuk jumlah yang setara di pihak lainnya guna memfasilitasi penyelesaian perdagangan bilateral dan menyediakan dukungan likuiditas untuk pasar keuangan.

Kedua pihak juga menandatangani nota kerja sama untuk pengaturan kliring yuan di Jepang. PBoC mengatakan Bank of China cabang Tokyo telah ditetapkan sebagai bank kliring yuan di Jepang.

Pengaturan ini akan mempermudah perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga keuangan kedua negara untuk melakukan transaksi lintas batas menggunakan yuan, dan memfasilitasi perdagangan bilateral dan investasi, kata PBoC.

Pada 14 Oktober 2018 lalu, Bank Indonesia dan dan Bank Sentral Jepang (Bank of Japan), yang bertindak sebagai agen Kementerian Keuangan Jepang, telah menandatangani amandemen perjanjian kerja sama Bilateral Swap Arrangement (BSA), demikian dikutip dari keterangan BI.

Penandatanganan tersebut dilakukan di tengah rangkaian pelaksanaan pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

Amandemen perjanjian kerja sama ini memungkinkan Indonesia untuk melakukan swap mata uang Rupiah dengan Dolar Amerika Serikat (AS) dan/atau Yen Jepang, dari yang sebelumnya hanya Dolar Amerika Serikat.

Sebagaimana perjanjian sebelumnya, nilai fasilitas swap masih sama, yaitu sampai dengan US$ 22,76 miliar.

Amandemen perjanjian kerja sama BSA ini mencerminkan penguatan kerja sama keuangan bilateral antara Indonesia dan Jepang. 

Sementara Gubernur BI, Perry Warjiyo, menilai kerja sama ini akan berkontribusi positif terhadap upaya menjaga stabilitas di pasar keuangan, mendorong penggunaan mata uang lokal kedua negara di Asia dalam jangka menengah dan selanjutnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Jepang.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID