logo rilis
Ciletuh Sabet Unesco Global Geopark
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
16 April 2018, 23:41 WIB
Ciletuh Sabet Unesco Global Geopark
Geopark Ciletuh di Pelabuhanratu, Jawa Barat. FOTO: Genpi Sukabumi

RILIS.ID, Sukabumi— Geopark Ciletuh di Pelabuhanratu, Jawa Barat, secara resmi meraih predikat Unesco Global Geopark (UGG). Usulam tersenit disepakati dalam sidang Executive Board Unesco ke-204, Komisi Programme and External Relations di Paris, Perancis. 

"Tiga belas usulan tersebut diterima tanpa perdebatan. Artinya, semua negara menyetujui kawasan Ciletuh, Palabuhanratu, sebagai UGG," ujar General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu, Dana Budiman, melalui siaran persnya di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Dengan predikat UGG tersebut, dia berkeyakinan, akan membawa Ciletuh menjadi destinasi wisata dunia. Apalagi, menurutnya, memiliki potensi besar dan keindahan alamnya lengkap.

"Ada landscape, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut. Karena itu, harus cepat dikembangkan agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakatnya," jelasnya.

Dana menambahkan, Ciletuh juga dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan indah. Di kawasan itu, menyediakan pantai bagus. 

Terlebih, Geopark Ciletuh memiliki ombak yang disukai para surfer dunia. Contohnya, Pantai Cimaja yang kerap terpilih sebagai lokasi lomba surfing berskala internasional.

Di kawasan seluas 126.100 hektare per 126,1 kilometer persegi tersebut, banyak destinasi wisata kelas dunia. Luas geopark meliputi delapan kecamatan dari Cisolok sampai dengan Ujung Genteng.

Sayangnya, banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan untuk menjadikannya semakin baik dan dikenal dunia.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya meyakini, Geopark Ciletuh ditetapkan sebagai UGG. Pertimbangannya, memenuhi rumus destinasi wisata kelas dunia. 

Katanya, ada tiga unsur yang harus dipenuhi agar menjadi UGG. Yakni, geodiversity, biodiversity, dan culture diversity. "Ini kepingan surga karunia Tuhan," tutup Arief.

Editor: Fatah H Sidik


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)