logo rilis

Cerita Jokowi Bertemu Zohri, Juara Dunia Lari
Kontributor
Ning Triasih
19 Juli 2018, 11:35 WIB
Cerita Jokowi Bertemu Zohri, Juara Dunia Lari
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Lalu Muhammad Zohri. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Prestasi membanggakan untuk Indonesia baru saja diraih atlet lari Lalu Muhammad Zohri atau akrab disapa Zohri. Ia jadi juara Kejuaraan Dunia Atletik U-20 untuk nomor 100 meter putra di Tempere, Finlandia pada 11 Juli 2018 lalu.

Rasa bahagia dan bangga tentu menyelimuti Zohri. Namun menariknya, meski jadi juara dunia lari, kebanggaan itu menurutnya kurang lengkap jika belum bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Akhirnya, setelah pulang ke Indonesia pertemuan antara Jokowi dan Zohri pun terjadi. Keduanya bertatap muka di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/7) siang. 

Pantauan rilis.id dalam dalam unggahan di akun Instagram Joko Widodo (Jokowi) @jokowi, presiden membagi kisah pertemuannya dengan Zohri. Kira-kira apa yang mereka lakukan?

Seperti yang tertulis dalam keterangan unggahan foto Jokowi dan Zohri tersebut, inilah ceritanya:

"Lalu Muhammad Zohri, juara dunia lari 100 meter usia di bawah 20 tahun kelahiran Nusa Tenggara Barat, sudah pulang ke Tanah Air. Rasanya ada yang mengganjal saat membaca wawancaranya di media. Kata Zohri, ia bangga apabila dapat bertemu dengan "orang besar". Siapa yang dia maksud orang besar itu? Presiden. Saya.

Maka siang ini saya pun bertemu Zohri di Istana Kepresidenan Bogor. Ia datang dengan mengenakan jaket putih bawahan merah, berkalungkan medali emas yang diraihnya. Saya mengajak Zohri berkeliling halaman istana sembari berbincang-bincang. Sungguh saya bangga atas prestasi anak muda ini.

Tapi ini yang keliru. Orang besarnya itu bukan di sini. Bukan saya, tapi Zohri. Dialah orang besar itu. Karena dengan segala keterbatasan dan kekurangan fasilitas, dengan ambisi yang besar, kerja keras, dan kegigihan ia bisa menjadi juara dunia.

Saya berpesan kepada Zohri agar tak lekas berpuas diri. Tetap giat berlatih menghadapi Asian Games 2018 dan pertandingan-pertandingan besar lainnya."

 

Lalu Muhammad Zohri, juara dunia lari 100 meter usia di bawah 20 tahun kelahiran Nusa Tenggara Barat, sudah pulang ke Tanah Air. Rasanya ada yang mengganjal saat membaca wawancaranya di media. Kata Zohri, ia bangga apabila dapat bertemu dengan "orang besar". Siapa yang dia maksud orang besar itu? Presiden. Saya. Maka siang ini saya pun bertemu Zohri di Istana Kepresidenan Bogor. Ia datang dengan mengenakan jaket putih bawahan merah, berkalungkan medali emas yang diraihnya. Saya mengajak Zohri berkeliling halaman istana sembari berbincang-bincang. Sungguh saya bangga atas prestasi anak muda ini. Tapi ini yang keliru. Orang besarnya itu bukan di sini. Bukan saya, tapi Zohri. Dialah orang besar itu. Karena dengan segala keterbatasan dan kekurangan fasilitas, dengan ambisi yang besar, kerja keras, dan kegigihan ia bisa menjadi juara dunia. Saya berpesan kepada Zohri agar tak lekas berpuas diri. Tetap giat berlatih menghadapi Asian Games 2018 dan pertandingan-pertandingan besar lainnya.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)