logo rilis
Cerita Eks Pasien Corona Singapura, dari Sulit Bernafas hingga Tidak Bisa Bergerak
Kontributor
Tari Oktaviani
17 Februari 2020, 17:51 WIB
Cerita Eks Pasien Corona Singapura, dari Sulit Bernafas hingga Tidak Bisa Bergerak
Istimewa

RILIS.ID, Singapura— Seorang pasien virus corona COVID-19 di Singapura berhasil sembuh setelah dirawat intensif. Ia merupakan salah satu dari 92 orang yang dinyatakan positif terkena virus corona COVID-19 di Singapura.

Wanita yang bernama Zhang ini pun membagikan pengalamannya ketika berjuang melawan virus mematikan itu. Menurutnya, yang dirasa kala itu ialah dirinya tak bisa bernafas.

Mulanya, Zhang yang berusia 47 tahun hanya merasa demam saja. Namun ternyata demamnya semakin parah diikuti dengan nafas yang sesak. Ia pun kemudian dikirim ke NCID (Pusat Penyakit Infeksi Nasional).

"Saya sangat takut. Mereka (petugas medis) memasang selang oksigen ke dalam hidung saya dan menaikkan levelnya sampai saya bisa bernapas. Tapi karena paru-paru saya tidak bekerja dengan baik, tetap saja tidak berhasil," ujarnya.

Zhang yang semakin kesulitan bernafas pun merasa bahwa dirinya mungkin akan meninggal sebentar lagi. Namun berkat pertolongan dokter dan perawat akhirnya ia kembali bisa bernafas setelah dibawa ke ICU.

"Saya ingat dengan jelas hari di mana saya tidak bisa bernapas. Saya pikir saya akan mati. Saat itu saya berpikir, 'apakah aku akan mati?" tambahnya

Ia menceritakan selama disana, dokter dan perawat sangat memberinya semangat sehingga ia pun tidak menyerah pada virus tersebut. 

Zhang juga mengaku mendengar bahwa seorang dokter kerap memegang kepalanya dan mengatakan 'jangan khawatir, kami akan memasukkan selang agar Anda mudah bernapas." 

Tak hanya itu saja, Zhang juga menceritakan bahwa pada saat itu dia tidak dapat menggerakkan tubuhnya namun pikirannya masih berjalan normal.

"Dokter itu terus meyakinkanku. Dia betul-betul dokter yang lemah lembut." katanya.

Usai dinyatakan sembuh, Zhang pun bersiap untuk pulang. Ia ingin kembali hidup normal. "Saya hanya ingin kembali ke rutinitas saya, olahraga dengan teman-teman, berjualan, minum kopi. Malam harinya menyiapkan makan malam buat suami dan anak. Saya rasa akan menjadi hal yang baik."

Ia berpesan agar pasien corona harus berjuang melawan penyakitnya sendiri dibantu oleh tenaga medis.

 "Kita harus berjuang. Kita punya keluarga dan teman. Penyakit ini bukan kematian yang tak bisa dihindari."

 

Sumber: kompas.com




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID